Warna-Warni Indonesia
Melanie Subuno Laporkan pemilik Animal Defenders Indonesia ke Polda Metro. Foto: ahda/tandaseru.id

Melanie Subono Laporkan Pemilik Animal Defenders Indonesia

Kasus Penggelapan dan Penyiksaan

JAKARTA (!) – Artis Melanie Subono melaporkan pemilik Animal Defenders Indonesia, Doni Hendaru Tona ke Polda Metro atas tuduhan penggelapan dan penyiksaan terhadap hewan pada Kamis (27/4).

Melanie menitipkan anjing kesayangannya Nina di salah satu shelter milik Animal Defenders Indonesia. Kurang lebih setahun tidak mendapat kabar, akhirnya ia melapor ke polisi.

Menurut laporan Melanie, ia menitipkan anjingnya sekitar akhir Maret 2016. Hingga pada awal April 2017 lalu, Melanie mendatangi shelter Animal Defenders di Cisalak, Depok tetapi yang didapati malah ketidakjelasan keberadaan anjingnya.

Melanie Subono Usai Lapor ke Polda Metro Jaya.
Foto: ahda/tandaseru.id

“Awal April ini saya ingin bertemu (anjing miliknya), karena Doni tidak bisa dihubungi sama sekali. Saya buat surat terbuka lewat Instagram. Sejak itu banyak masuk sms gelap mengaku karyawan Animal Defenders, ada yang bilang Nina mati, ada yang bilang diadopsi, ada yang bilang dijual,” ujar Melanie di Polda Metro, Kamis (27/4).

Dengan adanya kasus ini kata Melani, jelas ada kejanggalan organisasi tersebut. Ia mendapat pengakuan beberapa mantan karyawan yang mengaku tidak diberi gaji dan kerja tidak layak.

“Saat Doni pindah (dari Cisalak), karyawan saja tidak diurusin, kandang bekas dan tabung bekas saja dijualin untuk makan, bahkan sampai ngutang ke warung,” ungkap Nopri salah satu mantan karyawan Animal Defenders Indonesia yang menemani Melanie.

Menurut Nopri, berdasarkan keuangan yang masuk seharusnya tidak mungkin ada kendala operasional. Ia mencurigai ada penggelapan yang dilakukan Doni selaku pemilik.

Melanie Subono Beri Penejlasan Kepada Wartawan. Foto: ahda/tandaseru.id

Melanie sendiri mencium kejanggalan pada Doni karena organisasi tersebut malah mengembangkan bisnis lainnya. Ia menduga uang donatur yang selama ini masuk, digunakan untuk keuntungan pribadi.

“Saya cari tahu ini yayasan atau bukan di IGnya. Katanya sudah yayasan, tapi kok bisa yayasan selalu donasi lewat rekening pribadinya. Sedangkan usahanya Doni berkembang menjadi pet hotel, pet shop, grooming. Ini masih dugaan ya,” ujar Melanie.

Melanie dan kuasa hukumnya sudah mengantongi barang bukti berupa foto kondisi-kondisi anjing yang diambil oleh mantan karyawan. Pada foto tersebut terlihat anjing yang awalnya segar bugar, menjadi kurus kering dan terlihat seperti menderita penyakit kulit.

Karena itu kuasa hukum Melanie memperkarakan Doni dengan Pasal 372 mengenai penggelapan dan Pasal 302 mengenai penyiksaan terhadap hewan.

Melanie berpesan kepada Doni untuk segera mengembalikan anjing milknya. Jika dikembalikan ia dan kuasa hukumnya akan mencabut laporan. Jika terbukti anjingnya telah meninggal, Melani akan terus melanjutkan perkara ini.(ab)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com