Warna-Warni Indonesia
Lahan gambut

Jerman: Restorasi Lahan Gambut Indonesia Sepatutnya Diadopsi Dunia

PALEMBANG (!) – Sekretaris Negara Kementerian Federal untuk Lingkungan, Konservasi Alam, Bangunan dan Keselamatan Nuklir Jerman, Jochen Flashbarth mengatakan negara-negara di dunia sepatutnya mengadopsi langkah Indonesia merestorasi lahan gambut, khususnya Sumatera Selatan.

“Demi terselamatnya lingkungan, Indonesia memoratorium izin lahan gambut. Kami sangat mengapresiasi ini dan berharap Indonesia tetap concern pada rencananya merestorasi lahan gambut,” ujar Jochen.

Jochen berpesan penyelamatan lingkungan bukan lagi persoalan satu negara tapi menjadi persoalan negara lain juga.”Kita sudah sukses dalam memacu pertumbuhan ekonomi dunia, jangan sampai kita kalah dalam penyelamatan bumi,” ujar dia.

Pertemuan Menteri Lingkungan Asia Pasifik “The First Asia Bonn Challenge High Level Roudtable Meeting” di Griya Agung Palembang membahas sejumlah agenda terkait pembangunan ekonomi berkelanjutan dan target restorasi lahan gambut seluas 150 juta hektare hingga 2020.

Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead di Palembang, Selasa, mengatakan, sejumlah negara yakni Norwegia, Jerman, Inggris, Denmark, Ausralia, Canada, Jepang, dan Korea Selatan telah memberikan dana bantuan untuk terlaksananya program Pemerintahan Jokowi-JK.

“Restorasi gambut menjadi salah satu yang menjadi perhatian dunia saat ini selain reforestasi. Sejauh ini respons dunia sangat positif sekali terhadap Indonesia,” kata Nazir yang dijumpai seusai acara pembukaan pertemuan Menteri Lingkungan Asia Pasifik “The First Asia Bonn Challenge High Level Roudtable Meeting” di Griya Agung Palembang.

Salah satu wujud nyatanya yakni keberadaan lokasi kebun plasma nutfah dan hutan buatan rawa gambut di Desa Sepucuk Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan sejak 2011.

Hutan buatan seluas 25 hektare ini dapat dijadikan tempat riset mengenai karakteristik lahan gambut, dan sekaligus menemukan metode yang tepat untuk memulihkan gambut agar kembali sesuai fungsi asalnya sebagai paru-paru bumi karena kemampuan menyimpan karbon (C) yang banyak. (antara/arh)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com