Warna-Warni Indonesia

Laju IHSG Tertahan, Menguat Tipis Sebesar 1,42 Poin

JAKARTA (!) – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/5) tertahan dan dibuka menguat tipis sebesar 1,42 poin menyusul data ekonomi yang positif serta meningkatnya harapan kenaikan peringkat.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 4,99 poin (0,03 persen) ke 19.874,43, indeks Hang Seng melemah 124,24 poin (0,49 persen) ke 25.247,35, dan Straits Times menguat 17,72 poin (0,54 persen) posisi 3.245,85

IHSG BEI dibuka naik 1,42 poin atau 0,03 persen menjadi 5.690,29 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 0,35 poin (0,04 persen) menjadi 952,81 poin.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan  pelaku pasar saham diharapkan tetap waspada karena kenaikan IHSG belum sepenuhnya di dukung oleh volume perdagangan yang tinggi.  “Kondisi itu cukup rentan terhadap pergerakan IHSG,” katanya.

“Ditopang oleh sentimen dari dalam negeri yang terbilang positif atas neraca perdagangan, memperkuat harapan terhadap kenaikan peringkat dari lembaga pemeringkat Standard & Poors (S&P) sehingga membuka peluang bagi IHSG untuk menguat,” kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Selasa.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan neraca perdagangan Indonesia pada April 2017 mencatatkan surplus sebesar 1,24 miliar dolar AS. Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada Januari-April 2017 tercatat surplus sebesar US$5,33 miliar dengan ekspor mencapai US$53,86 miliar dan impor sebesar US$48,53 miliar.

Ia menambahkan Kementerian ESDM yang menegaskan pelanggan listrik rumah tangga golongan 450 VA tetap mendapat subsidi listrik diharapkan memberi efek positif bagi masyarakat dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan. Dengan demikian tidak ada kekhawatiran adanya sumber potensi lain terhadap kenaikan laju inflasi.

Kendati demikian, menurut dia, laju IHSG dapat tertahan menyusul para menteri keuangan negara G7 masih mempermasalahkan kebijakan proteksionisme Presiden AS Donald Trump. Situasi itu dapat membuat investor menahan transaksinya.(antara/arh)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com