Warna-Warni Indonesia
Kabid Humas Polda Mtero, Kombes Pol Argo Yuwono. Foto: ahda/tandaseru.id

Ungkap Kasus Novel, Polisi Tempuh Cara Deduktif

JAKARTA (!) – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyatakan penyidik melakukan cara deduktif untuk mencari orang potensial yang memiliki motif kuat terhadap Novel Baswedan dalam kasus teror penyiraman air keras.

Metode ini merupakan cara deduktif yang dilakukan penyidik polisi dalam menyingkap kasus ini. “Sekarang kita lakukan penyelidikan yang lain lagi. Yang ada potensi-potensi,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/5).

“Berkaitan dengan metode deduktif, soal motif, apakah yang bersangkutan pernah menangani suatu kasus. Soal pribadi, pekerjaan kami cek. Soal kasus yang dia tangani misalnya kasus Ketua MK, kasus E-KTP, PT PAL, dan sebagainya. Tentunya ini menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian, apakah ini ada potensi,” kata Argo.

Sebelumnya, penyidik telah mengamankan orang yang diduga kuat memiliki motif untuk mencederai Novel. Seseorang bernama Nico atau Mico Panji Tirtayasa, sempat viral dengan video mengaku dipaksa Novel membuat kesaksian palsu.

Setelah diamankan dan diperiksa,  Mico terbukti tidak memiliki keterkaitan dengan kasus penyiraman. Ia memiliki alibi yang kuat.

“Dia tak ada di lokasi, satu. Dia cuma menyampaikan rasa ketidakpuasan karena dia ditekan. Kemarin memang sempat potensial untuk kasus penyiraman ini. Setelah kami dalami, ternyata tidak. Yasudah kami pulangkan. Masa kami mau paksa kan seseorang menjadi tersangka,” tutur Argo.

Namun, Argo tidak mengatakan apakah masih ada terduga pelaku lainnya. Saat ini, pihak Dirkrimum Polda Metro Jaya baru melakukan kordinasi dengan KPK terkait temuan hasil pemeriksaan Mico. (ahda)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com