Warna-Warni Indonesia

Respon Peringkat Indonesia Kembali Menguatkan IHSG 45,29 Poin  

JAKARTA (!) – Respon kuat kenaikan peringkat Indonesia oleh Standard & Poors (S&P) masih memicu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (22/50 menguat sebesar 45,29 poin.

Sementara itu, bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 66,28 poin (0,34 persen) ke 19.656,27, indeks Hang Seng menguat 231,44 poin (0,92 persen) ke 25.406,31, dan Straits Times menguat 0,54 poin (0,01 persen) posisi 3.217,51.

IHSG BEI ditutup naik 45,29 poin atau 0,78 persen menjadi 5.837,17 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 11,38 poin (1,17 persen) menjadi 981,78 poin.

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Senin (22/5) mengatakan keputusan S&P yang menyematkan peringkat Indonesia menjadi layak investasi masih menjadi katalis bagi pergerakan IHSG.

“Setelah menantikan cukup lama predikat investment grade dari lembaga pemeringkat internasional S&P, akhirnya Indonesia mendapat peringkat itu sehingga direspon positif pasar,” kata Nico Omer.

Ia menambahkan perbaikan peringkat investasi Indonesia, juga didukung oleh keberhasilan program amnesti pajak yang berhasil menambah penerimaan pemerintah lebih dari 11 miliar dolar AS, sehingga melonggarkan tekanan pada anggaran yang dibutuhkan untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur pemerintah.

“S&P menyatakan, kontrol belanja pemerintah juga akan membantu mempertahankan defisit anggaran di bawah 2,5 persen dari PDB selama tiga atau empat tahun ke depan. Utang bersih pemerintah diperkirakan juga akan terjaga di bawah 30 persen PDB,” paparnya.

Ia memproyeksikan laju IHSG dapat terus berlanjut jika sentimen ekternal juga mendapat respon positif pelaku pasar seperti pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang akan memangkas produksi.

Kepala Riset dan Strategis Bahana Harry Su menambahkan momentum “investment grade” yang sudah cukup lama dinantikan, Bahana merevisi naik perkiraan IHSG hingga akhir tahun ini ke level 6.300 dari perkiraan sebelumnya 6.000 poin.

“Kenaikan peringkat itu akan membawa lebih banyak lagi arus modal asing masuk ke Indonesia,” kata Harry Su. (antara/arh)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com