Warna-Warni Indonesia
Arus Mudik Macet Foto: ntmc.info

Pertamina Tambah Pasokan BBM di Titik Kemacetan Mudik 26 Persen

JAKARTA (!) – PT Pertamina (Persero)  memprediksi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada mudik lebaran di pulau Jawa mengalami kenaikan sekitar 26 persen sehingga perlu diantisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan.

Direktur Pemasaran Pertamina Muchammad Iskandar mengatakan pihaknya akan menambah jumlah pasokan BBM  di beberapa titik kemacetan jalur mudik sebagai langkah antisipasi mengatasi kemungkinan kekurangan BBM.

“Sudah ada pemetaan wIlayah yang cukup signifikan kenaikannya, yang kami antisipasi khusus yaitu presentase kenaikan terbesar berada di Jawa Tengah. Prediksi kami akan naik di 25,8 persen atau 26 persen dari rata-rata biasa. Karena itu disana prediksi kita masih akan terjadi hiruk-pikuk kemacetan dari arus mudik dari Jawa Tengah ke Jawa Barat atau Jawa Timur,” kata Direktur Pemasaran Pertamina Muchammad Iskandar di Jakarta, Senin.

Muchammad Iskandar menjelaskan penumpukan jalur mudik akan tetap terjadi di Jawa Tengah. Sehingga di titik tersebut disiapkan antisipasi peningkatan cukup besar.

Sementara itu, jalur ke Sumatera juga cukup besar, Sumatera Barat mengalami penaikan signifikan diprediksi naik 22,7 persen. Sebab ada budaya mudik bersama. Selain itu juga ditopang di sisi wilayah Lampung, karena kawasan tersebut merupakan pusat penyeberangan, peningkatan konsumsinya mencapai 17 persen.

“Sedangkan Jatim naiknya tidak terlalu signifikan sekitar 11 persen, walaupun hiruk pikuk kemacetan terjadi tapi pendek jaraknya. Sehingga tidak memerlukan konsumsi BBM yang signifikan, sehingga peningkatannya berkisar antara 10-14 persen dari rata-rata harian per lokasi di tempat yang memiliki acara lebaran,” katanya.

Pertamina menyatakan tingkat konsumsi bahan bakar jenis premium saat mudik lebaran diperkirakan menurun dibandingkan pada lebaran tahun sebelumnya.

“Penurunan prediksi premium 2017 lebih rendah 2016 karena pada lebaran 2016 lalu terjadi kondisi awal peralihan konsumsi dari produk PSO (subsidi) ke Pertamax series (nonsubsidi) sehingga kenaikan nonsubsidi sangat signifikan,” kata Iskandar.

Untuk premium pada masa 2016 turun tujuh persen dari rata-rata konsumsi harian, di mana stok harian 70.566 kiloliter perhari, sedangkan ketahanan saat masa lebaran 65.708 kiloliter per hari.

Sedangkan pada lebaran 2017 naik lima persen dari kebutuhan rata-rata harian yang sebesar 38.231 kiloliter per hari menjadi 40.142 kiloliter per hari. Sehingga pada lebaran tahun 2016 premium memiliki pasokan 65.708 kilo liter per hari sedangkan lebaran 2017 hanya 40.142 kiloliter per hari.

Selanjutnya, prediksi berdasarkan trend penjualan dan realisasi Januari sampai Maret pada seluruh konsumsi Gasoline (Premium + Pertamax Series) akan mengalami kenaikan 9,7 persen dibanding harian normal.Prediksi Gasoil (Solar/Bio + Pertamina Dex series) akan mengalami penurunan minus 8,2 persen , namun sisi Pertamina Dex dan Dexlite akan mengalami kenaikan 10 persen. (antara/arh)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com