Warna-Warni Indonesia
Patroli Tentara Filipina

Siapakah Isnilon Hapilon, Tokoh ISIS Paling Dicari Filipina?

MANILA (!) – Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte mengumumkan keadaan darurat di Marawi, Lanao del Sur, Mindanao, Filipina Selatan, pada Selasa (23/5) lalu untuk menjaga keamanan nasional.

Dengan status ini militer Filipina diperbolehkan menahan orang-orang yang dicurigai untuk jangka waktu lama. Marawi adalah ibu kota Provinsi Lanao del Sur. Sekitar 99,6 persen dari 202 ribu penghuni kota Marawi memeluk Islam.

Meskipun di sana terdapat pengadilan syariah, seperti hukuman pancung atau amputasi, namun sejatinya tidak berlaku karena tidak sesuai dengan sistem hukum di Filipina.

Provinsi Lanao del Sur merupakan basis kelompok Maute yang telah berbaiat kepada Daulah Islamiyah Irak dan al-Syam (ISIS). Maute telah melakukan pemberontakan sejak 1970-an untuk sebuah wilayah otonom di Mindanao.

Konflik panjang itu telah menewaskan lebih dari 130.000 orang. Bersama Abu Sayyaf dan kelompok militan lainnya, Maute ingin membuat sebuah kekhalifahan Islam di selatan untuk ISIS.

Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict, Sidney Jones mengatakan, kelompok bersenjata yang dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu telah menjadikan Filipina Selatan sebagai basis mereka di Asia Tenggara.

“Pimpinan ISIS di Suriah itu telah mengangkat Isnilon Totoni Hapilon alias Abu Abdullah al-Filipini sebagai pemimpin ISIS untuk Asia Tenggara,” ujar Jones.

Memang, sejak keadaan darurat diberlakukan oleh pemerintah Filipina, pertempuran di Marawi langsung meletup.

Militer Filipina berupaya menangkap Hapilon, pemimpin kelompok Abu Sayyaf yang bersumpah setia kepada al-Baghdadi, sejak Agusutus 2014. Selain menjadi buronan pihak keamanan Filipina, Hapilon juga menjadi salah satu sosok yang paling dicari oleh Badan Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat.

Bahkan, FBI bersedia memberi imbalan senilai US$5 juta atau Rp66,5 miliar bagi siapa pun yang dapat memberi informasi soal keberadaan Isnilon. Artinya, AS menganggap Hapilon sebagai salah satu teroris paling berbahaya di dunia.

Namun, penyergapan pasukan Filipina tak berjalan mulus. Mereka mendapat perlawanan dari 100 orang bersenjata. Bahkan, orang-orang itu mulai membakar bangunan-bangunan, termasuk sebuah gereja Katolik yang berdiri di kota tersebut. (AFP/Voa/Tam)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com