Polda Metro: Anak Jeremy Thomas Bisa Dijerat UU Psikotropika

0

JAKARTA (!) – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyebutkan, anak Jeremy Thomas, Axel Matthew Thomas, bisa dijerat dengan pasal penyalahgunaan obat psikotropika.

Seperti diketahui sebelumnya, Axel, diringkus polisi saat akan melakukan transaksi narkoba jenis Happy Five.”Yang bersangkutan anaknya Jeremy Thomas, kita kenakan undang-undang psikotropika,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin (17/7).

Polisi telah mengantongi bukti pembelian Happy Five senilai Rp1,5 juta kepada pengedar dari Malaysia. Ini merupakan hasil pengembangan, setelah Bea Cukai Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, menangkap JV dan DRW saat hendak memasuki Indonesia dengan pesawat. Keduanya merupakan pemilik 1118 strip Happy Five yang akan dijual di Jakarta.

“Ada pemesan lima orang, salah satunya anaknya Jeremy Thomas. Sudah transfer semua, inisalnya AMT. Dari 1118 strip itu nanti dibagi bagi, ada yang sekian strip sekian strip, itu sudah ada tersendiri,” jelas Argo.

Kendati begitu, saat diringkus, Axel, tidak langsung ditangkap. Lantaran, ia dijemput Jeremy di tempat kejadian perkara, bersama Jatanras Polda Metro Jaya.

Seperti diketahui, Jeremy menuding, anaknya disekap dan dikeroyok oleh oknum Polisi Satuan Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta. Akan tetapi, hal tersebut telah dibantah pihak kepolisian. Sedangkan, pihak keluarga telah melaporkan kejadian itu ke Propam Mabes Polri, Senin (17/7).

Kendati demikian, Argo mengatakan polisi belum menetapkan Axel sebagai tersangka. Pihaknya akan melakukan pemanggilan dalam waktu dekat. “Kita cek dari orangtua, tersangka lapor ke Propam, Polda Metro tidak masalah biar kita klarifikasi (kepada keluarga) seperti apa ceritanya disitu,” tuturnya.

Sementara itu, pelaku sendiri telah dilakukan tes urin dan tidak positif memakai obat terlarang. Meski begitu polisi, akan mendalami sejauh mana keterlibatan Axel dengan pemakaian obat psikotropika itu. “Kita masih dalami dulu, kan kita ada waktu 3×24 jam,” pungkasnya.(ahda)

 

Comments are closed.