Kuasa Hukum: Jennifer Dunn Sangat Menyesal dan Menangis Lama

1

JAKARTA (!) – Kuasa Hukum artis cantik Jennifer Dunn, Pieter Ell menyatakan kliennya sangat menyesal karena telah terbukti mengonsumsi barang haram jenis sabu.

“Ya kemarin sempat menangis, sempat menangis yang cukup lama ya, menyesal,” kata Pieter kepada wartawan di Mapolda Mereo Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (06/01).

Pieter menganggap kejadian yang menimpa kliennya ini adalah sebuah musibah yang tidak diinginkan oleh Jennifer Dunn. Bahkan menurutnya siapa pun tidak akan mau mendapatkan musibah seperti ini.

“Kalau alasannya tidak ada ya, ini namanya juga kan musibah. Musibah itu kan enggak ada yang tau, yang berikut tidak ada juga yang ingin ditahan atau dipenjara. Itu tidak ada yang mau, di antara kita tentu enggak ada yang mau kan,” ujarnya.

Sementara itu, Pieter akan mengupayakan Jennifer Dunn agar bisa melakukan proses rehabilitasi. Namun, dia belum bisa memastikan karena kliennya baru resmi ditahan di rutan narkoba Polda Metro Jaya.

“Kami fokus tentang penanganan hukum 20 hari kedepan itu yang paling penting, kami belum bisa berandai-andai tentang apa yang akan terjadi setelah 20 hari kedepan,” ucapnya.

Meskipun begitu, Pieter akan mengomunikasikan kliennya dapat melakukan tahap rehabilitasi. “Ini proses, jadi ya tetap kami membutuhkan data pendukung terkait permohonan, hari ini kita akan mengajukan (permohonan rehabilitasi),” pungkasnya.

3 Comments
  1. … [Trackback]

    […] Read More Info here to that Topic: tandaseru.id/2018/01/06/kuasa-hukum-jennifer-dunn-sangat-menyesal-dan-menangis-lama/ […]

  2. browning a5 for sale

    … [Trackback]

    […] Read More Info here on that Topic: tandaseru.id/2018/01/06/kuasa-hukum-jennifer-dunn-sangat-menyesal-dan-menangis-lama/ […]

  3. dmt buy online uk

    … [Trackback]

    […] Here you will find 91529 additional Info on that Topic: tandaseru.id/2018/01/06/kuasa-hukum-jennifer-dunn-sangat-menyesal-dan-menangis-lama/ […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.