Ini Pesan Sri Mulyani untuk Presiden Grup Bank Dunia

4

Tandaseru Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan tiga langkah prioritas yang perlu dijalankan oleh David Malpass, Presiden Grup Bank Dunia (World Bank Group) yang baru terpilih.

“David Malpass telah terlibat dalam kenaikan modal Bank Dunia pada tahun 1980 dan pengetahuannya harus ditingkatkan. Bank Dunia telah banyak berubah dalam proses bisnis dan berbagai hal,” ungkap Menkeu.

Sri Mulyani menyampaikan hal tersebut saat menjadi salah satu pembicara dalam Joint Seminar Bretton Woods Committee and Center for Global Development. Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian Spring Meetings Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) – Grup Bank Dunia (World Bank Group/WBG) tahun 2019.

Dia mengatakan sejak kepemimpinan Presiden Bank Dunia Robert Zoellick telah terjadi banyak perubahan di tubuh organisasi Bank Dunia termasuk dalam hal proses bisnis. Bank Dunia telah melakukan reformasi sehingga lebih gesit dan responsif dalam merespon isu korupsi dan demokratisasi data.

Kedua, Sri Mulyani berharap Malpass memiliki concern pada isu spesifik sebagaimana kepemimpinan Presiden Bank Dunia sebelumnya. Dia menyakini Malpass yang merupakan ekonom akan memiliki perhatian untuk menyelesaikan isu atau program setiap negara termasuk negara kecil, negara miskin, fragile, dan negara kepulauan.

“Yang harus dilakukan adalah memastikan bagaimana operasi Bank Dunia ke sebuah negara atau bagaimana janji Bank Dunia kepada negara terkait peningkatan modal kepada semua negara,” ujar Menkeu.

Menkeu menyampaikan kebijakan yang akan banyak ditunggu adalah penanganan terkait middle income country khususnya Tiongkok.

Ketiga, pada masa kepemimpinan Zoellick, ada isu spesifik yang menjadi perhatian yaitu korupsi dan transparansi data. Sedangkan pada masa Jim Kim, perhatian tertuju pada isu sumber daya manusia dan perubahan iklim.

“Mungkin di era Malpass, dia akan lebih concern pada koefisien gini, inequality, kebijakan bagaimana negara bisa berkembang optimal dengan intervensi minimal”, ujar Menkeu.

Beberapa hal tersebut, menurutnya perlu diputuskan karena membawa pengaruh besar bukan hanya kepada staf Bank Dunia tetapi juga kepada seluruh pemangku kepentingan.

Menkeu mengungkapkan sebagai klien Bank Dunia, dirinya senang pimpinan Bank Dunia peduli terhadap isu korupsi. Menkeu menyampaikan, “Saya melihat global public goods akan sangat penting. Isu perubahan iklim, dan bagaimana Bank Dunia bisa bekerjasama dengan semua klien karena Bank Dunia adalah bank yang memiliki karakteristik unik. Klien-klien sendiri punya kerjasama dengan negara multilateral lain,” tambahnya.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.