Warna-Warni Indonesia

Kelompok Perusuh Pelantikan Presiden Gunakan Sandi Mirror untuk Berkomunikasi

Tandaseru – Kelompok perusuh yang merencanakan penggagalan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dengan bom ketapel dan monyet menggunakan Whatsapp grup untuk berkomunikasi.

Keenam tersangka tergabung dalam sebuah grup WhatsApp bernama F yang beranggotakan 123 orang. Sementara itu, grup WhatsApp itu dibentuk oleh tersangka SH. Dalam berkomunikasi melalui WhatsApp, kata Argo, anggota grup menggunakan sebuah sandi khusus yang biasa disebut sandi mirror.

“Dalam komunikasi, mereka menggunakan sandi mirror,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (21/10).

Sandi mirror artinya mengganti huruf dalam keyboard ponsel yang seolah-olah hasil proyeksi dalam cermin. Contohnya mengganti huruf A menjadi huruf L dan mengganti huruf Q dan P.

Argo mengatakan, penggunaan sandi dalam berkomunikasi bertujuan untuk mencegah orang lain memahami isi percakapan dalam grup itu.

“Komunikasi dengan sandi mirror agar banyak orang enggak tahu (isi percakapan),” ujar Argo.

Diketahui, Eggi Sudjana juga tergabung dalam grup WhatsApp itu. Eggi pun telah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 169 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 187 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman lima sampai dua puluh tahun penjara.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap kasus yang merencanakan aksi kerusuhan untuk menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 yang digelar di gedung MPR/DPR RI pada Minggu (20/10).

Dalam hal ini, polisi menangkap enam orang tersangka berinisial SH, E, FAB, RH, HRS, dan PSM. Kelompok tersebut masih berkaitan dengan aksi penggagalan pelantikan yang direncanakan oleh dosen nonaktif Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith.

Adapun, Abdul Basith juga terlibat dalam peledakan menggunakan bom molotov saat kerusuhan di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat, 24 September 2019 serta rencana peledakan bom rakitan saat aksi unjuk rasa Mujahid 212 pada 28 September 2019.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com