Penyandang Dana Kelompok Perusuh Pelantikan Presiden Punya KTP Prabowo-Sandiaga

0

Tandaseru – Salah satu tersangka penyandang dana dalam kelompok perusuh pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih bernama Suci Rahayu diduga merupakan salah satu relawan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal ini dibuktikan dari barang bukti yang disita saat penangkapan tersangka yang menjadi penyandang dana untuk membuat bom ketapel. Barang bukti yang disita di antaranya adalah Kartu Tanda Pendukung (KTP) paslon nomor urut 02 saat Pilpres 2019.

“Dulu pernah menjadi anggota relawan tapi sudah tidak lagi. Jadi tersangka ini pernah jadi relawan paslon jauh dari pelaksanaan pemilu sudah berhenti tapi kartunya masih tersimpan,” kata Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (24/10).

Selain Suci, polisi juga menangkap seorang lelaki yang mempunyai peran yang sama bernama Abu Yaksa. Dari tangannya, polisi menyita sebuah badik. Namun belum diketahui untuk apa badik tersebut.

“Pengakuannya (badik) untuk jaga diri karena belum ada barang bukti yang membuktikan bahwa badik digunakan untuk yang lain,” jelasnya.

Sebelumnya, polisi menangkap dua tersangka bernama Suci Rahayu dan Abu Yaksa yang tergabung dalam kelompok perusuh yang berencana mengagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. Keduanya berperan sebagai penyandang dana.

Mereka ikut terlibat dengan enam orang yang pernah tertangkap telebih dahulu karena membuat bom ketapel dan perencanaan pelepasan delapan ekor monyet di DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat saat pelantikan. Mereka tergabung dalam Whatsapp Grup (WAG) berinisial F.

Tersangka Suci terbukti memberikan uang sebesar Rp 700 ribu. Sedangkan Abu Yaksa memberikan sumbangan dana sebesar Rp 75 ribu.

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya mengungkap kasus yang merencanakan aksi kerusuhan untuk menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 yang digelar di gedung MPR/DPR RI pada Minggu (20/10).

Dalam hal ini, polisi menangkap enam orang tersangka berinisial SH, E, FAB, RH, HRS, dan PSM. Kelompok tersebut masih berkaitan dengan aksi penggagalan pelantikan yang direncanakan oleh dosen nonaktif Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith.

Adapun, Abdul Basith juga terlibat dalam peledakan menggunakan bom molotov saat kerusuhan di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat, 24 September 2019 serta rencana peledakan bom rakitan saat aksi unjuk rasa Mujahid 212 pada 28 September 2019.

2 Comments
  1. … [Trackback]

    […] Info on that Topic: tandaseru.id/2019/10/24/penyandan-dana-kelompok-perusuh-pelantikan-presiden-punya-ktp-prabowo-sandiaga/ […]

  2. ข่าวบอล

    … [Trackback]

    […] Here you can find 53977 more Info to that Topic: tandaseru.id/2019/10/24/penyandan-dana-kelompok-perusuh-pelantikan-presiden-punya-ktp-prabowo-sandiaga/ […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.