Warna-Warni Indonesia

Polda Metro Tangkap Dua Penyandang Dana Kelompok Perusuh Pelantikan Presiden

Tandaseru – Polisi menangkap dua tersangka bernama Suci Rahayu dan Abu Yaksa yang tergabung dalam kelompok perusuh yang berencana mengagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. Keduanya berperan sebagai penyandang dana.

Mereka ikut terlibat dengan enam orang yang pernah tertangkap telebih dahulu karena membuat bom ketapel dan perencanaan pelepasan delapan ekor monyet di DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat saat pelantikan. Mereka tergabung dalam Whatsapp Grup (WAG) berinisial F.

Sebelumnya, Suci disebut memberikan dana segar senilai Rp. 700 juta. Namun, pada kenyataannya Suci hanya memberi uang senilai Rp. 700 ribu.

“SR (Suci Rahayu) juga adalah ikut memberikan uang atau sebagai penyandang dana dengan jumlah Rp 700 ribu. Pertama (dikirim) Rp 200 ribu, kedua (dikirim) Rp 500 ribu,” kata Kasubbit Penmas Bidang Humas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng di Polda Metro Jaya, Kamis (24/10).

Untuk tersangka Abu Yaksa, dia menyandang dana pribadinsebesar Rp 75 ribu untuk pembelian perlengkapan pembuatan bom ketapel. Meski demikian, polisi belum mengatahui berapa jumlah dana keseluruhan yang terkumpul.

“Masih dalam pengembangan. Jadi belum bisa disampaikan seluruh totalnya berapa,” jelasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 169 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 187 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman lima sampai dua puluh tahun penjara.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap kasus yang merencanakan aksi kerusuhan untuk menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024 yang digelar di gedung MPR/DPR RI pada Minggu (20/10).

Dalam hal ini, polisi menangkap enam orang tersangka berinisial SH, E, FAB, RH, HRS, dan PSM. Kelompok tersebut masih berkaitan dengan aksi penggagalan pelantikan yang direncanakan oleh dosen nonaktif Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith.

Adapun, Abdul Basith juga terlibat dalam peledakan menggunakan bom molotov saat kerusuhan di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat, 24 September 2019 serta rencana peledakan bom rakitan saat aksi unjuk rasa Mujahid 212 pada 28 September 2019.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com