Warna-Warni Indonesia

Polrestabes Surabaya Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas Jelang Pilwali Ditengah-tengah Pandemi

SURABAYA (tandaseru) – Berbagai cara dilakukan oleh jajaran Polrestabes Surabaya, untuk tetap menjaga Kamtibmas dalam menghadapi pandemi Covid-19 serta juga menyambut perhelatan Pilwali Kota Surabaya yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang.

Melalui Focus Grup Discussion dengan tajuk “Jaga Kamtibmas Menghadapi Pandemi Covid 19 dan Pilwali kota Surabaya 2020” yang diinisiasi oleh Satuan Binmas Polrestabes Surabaya. Jajaran Kepolisian Surabaya mengajak seluruh seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menghadapi dua hal tersebut, Sabtu (22/8).

Sebelum memasuki ruangan FGD, yang digelar di Ballroom Hotel Arcadia Surabaya. Anggota Satbinmas Polrestabes Surabaya dan petugas kesehatanpun menerapkan protokol kesehatan yangbketat dan telah siap memeriksa kondisi kesehatan dan suhu tubuh para peserta yang ikut.

“Pilwali Surabaya pada masa ini, merupakan Pilwali yang berbeda dengan sebelumnya. Karena kondisi Surabaya saat ini masih ditengah-tengah pandemi Covid-19.” ujar Ahmed Miftahul Haque, yang akrab disapa Gus Mifta saat menjadi moderator dan membuka acara.

dr Heri Munaji dari PDNU (Persatuan Dokter NU) yang menjadi salah satu narasumber pada acara itu meyebutkan, hal yang lebih berbahaya dari pandemi Covid-19 ini bukan hanya pandemi itu saja, namun infodemic yang beredar dimasyarakat juga lebih berbahaya.

“Indonesia adalah salah satu negara dengan hoax dan teori konspirasi terbanyak tentang corona di dunia.” ujarnya.

Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan, dan harus lebih diwaspadai. “Hal seperti ini yang membuat kita tidak mengenal corona. Jika kita tidak mengenalnya maka kita tidak akan bisa menghadapi dan tidak tahu caranya bagaimana.” ujar dokter yang beberapa waktu lalu juga sempat dinyatakan positif covid-19.

“Penderita Corona bukanlah aib yang harus dijauhi dari masyarakat, namun mereka harus kita motivasi agar imunitas mereka semakin bertambah dan kondisinya semakin baik dan sehat.” imbaunya.

Untuk diketahui, dr Heri juga menyebutkan di Surabaya Raya berdasarkan penelitian para ahli, Virus Corona Covid-19 sudah bermutasi sebanyak 12 kali. Oleh karenanya ia kembali menegaskan kepada masyarakat agar selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Sementara nara sumber dari bidang Fisip Uinsa Dr Chabib Musthofa, yang juga wakil dekan 3 Fakultas Fisip Uinsa menyinggung pelaksanaan Pilwali yang akan digelar pada akhir tahun 2020 ini.

“Ada hal yang membedakan suksesi di era pandemi ini, dengan suksesi-suksesi sebelumnya. Pilwali Surabaya saat ini digelar ditengah-tengah pandemi. Dan hal ini yang harus diwaspadai oleh masing-masing pendukung.” ujarnya.

Ia menegaskan, jangan sampai pesta demokrasi menimbulkan klaster baru karena suksesi yang berlebihan dalam pengumpulan dan pengerahan massa.

” Oleh karena itu, saya sampaikan semua yang ada disini agar juga bisa memberikan edukasi pada masyarakat yang lain. Agar tidak terjebak dalam suksesi yang berlebihan, selain untuk menjaga kamtibmas juga jangan sampai upaya yang dilakukan pemerintah dalam menekan pandemi Covid-19 di Surabaya menjadi sia-sia karena sebuah suskesi pilwali.” ujarnya.

Selain menghadirkan pembicara dari bidang akademisi dan dokter, pada FGD itu Satbinmas Polrestabes Surabaya juga menghadirkan Narasumber yang ahli dalam bidang keagamaan ust. Fathul Qodir M.Pd. dari aswaja NU.

Ustad Fathul dalam paparannya mengatakan, Covid-19 itu ada, dan bukan teori konspirasi dari berbagai pihak yang berkepentingan. Dirinya juga mengungkapkan keprihatinannya, karena ditengah-tengah pandemi ini banyak sekali pihak yang berupaya membenturkan upaya pemerintahan dalam menekan Covid-19 dengan menggunakan isu agama.

“Salah satunya adalah, penutupan masjid dan pelarangan sholat jamaah di masjid pada beberapa saat lalu, sementara pasar tidak ditutup.” ujarnya.

Ustad Fathul tersebut lantas menjelaskan, kebijakan penutupan masjid dilakukan karena ibadah sholat bisa dilakukan dirumah, baik sendiri ataupun berjamaah bersama anggota keluarga.

“Sedangkan pasar, adalah tempat kegiatan yang tidak mungkin bisa dilakukan sendiri dirumah. Dan pasar pun dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dijaga oleh petugas keamanan.” ujarnya.

Ustad Aswaja NU itu juga mengimbau kepada peserta yang hadir, agar selalu waspada dan tidak terpancing terhadap isu-isu yang mengatasnamakan agama untuk menentang aturan dan kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Dalam ilmu agama, tidak hanya ditekankan pada syariat. Tapi juga hidup bermasyarakat dalam suatu negara dan juga tertib pada kebijakan serta aturan pemerintah demi hajat hidup orang banyak.” tandasnya.

Sementara itu Kasat Binmas Akbp M Fatoni, mengatakan kegiatan FGD yang digelar pada Ballroom Hotel Arcadia Surabaya itu bertujuan untuk memberikan edukasi pada masyarakat terkait pandemi Covid-19 dan juga pelaksanaan pilwali Surabaya pada Desember 2020 mendatang.

“Covid-19 itu ada, oleh karena itu kami mengimbau pada semua yang ada disini. Untuk bisa membantu kami, memberikan edukasi pada masyarakat agar selalu disiplin protokol kesehatan. Apalagi dalam beberapa bulan kedepan, kita akan menghadapi pilwali. Disini saya benar-benar menekankan, agar kita semua bisa menjaga kamtibmas kota Surabaya serta ikut berupaya menekan angka penyebaran Covid-19.” terangnya.

Terakhir Akbp Fatoni juga berpesan pada masyarakat, agar tidak ada pengumpulan dan pengerahan massa dari masing-masing calon Wali Kota Surabaya yang akan berkompetisi.

“Saya harap tidak ada pengumpulan massa, ingat kita masih berada dalam suasana pandemi, mari kita semua saling menjaga untuk Surabaya kembali hijau.” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com