Diperiksa Polisi, Slamet Maarif Mengaku Tak Hadir ke Aksi 1812

2

JAKARTA (tandaseru) – Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif hari ini diperiksa sebagai saksi dalam kasus aksi 1812. Namun, dia belum tau substansi pemeriksaan terhadap dirinya.

Slamet mengaku saat dia tidak sempat mengikuti aksi 1812 di Istana Merdeka, Jakarta, pada 18 Agustus 2020 lalu. Dia mengklaim dirinya datang setelah aksi tersebut telah dibubarkan oleh pihak kepolisian.

“Saya peserta dan saya belum hadir sudah dibubarkan terlebih dahulu,” kata Slamet Ma’arif kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/1).

Adapun, Slamet Ma’arif menyampaikan bahwa hari ini dirinya dipanggil oleh penyidik untuk dimintai keterangan dengan status sebagai saksi. Dia mengklaim hadir memenuhi panggilan kedua penyidik, setelah sebelumnya berhalangan hadir karena sedang berada di luar kota.

“Tanggapan saya ya biasa aja kan dimintai keterangan sebagai saksi, ya kita kooperatif aja. Kan kita juga belum tahu apa yang mau dimintai tanggapan,” katanya.

Disamping itu, dia juga mengklaim bahwa dirinya hanyalah peserta aksi, bukan panitia atau pihak penanggung jawab. Selain itu, dia menyebut ada tiga orang koordinator lapangan yang akan diperiksa polisi besok.

“Hari ini ada 1 peserta dipanggil dan besok saya dengar informasinya ada 3 termasuk Korlapnya besok,” jelasnya.

Sebelumnya, Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI tetap akan mengelar aksi 1812 di depan Istana pada Jumat (18/12). Padahal, Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan izin terkait rencana aksi tersebut.

Aksi tersebut menuntut pengusutan 6 laskar FPI yang tewas ditembak serta meminta Habib Rizieq dibebaskan. Dalam poster yang beredar, aksi tersebut bertajuk ‘Aksi 1812 bersama anak NKRI’. Aksi akan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, setelah salat Jumat pukul 13.00 WIB.

Polisi membubarkan paksa aksi tersebut. Namun, peserta aksi yang menolak untuk dibubarkan sempat melakukan perlawanan dengan mendorong polisi. Meski begitu, akhirnya massa aksi akhirnya membubarkan diri.

Dalam hal ini, Polisi berhasil menangkap 455 orang terkait aksi tersebut. Dari ratusan orang itu, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam hingga narkoba jenis ganja.

Leave A Reply

Your email address will not be published.