Warna-Warni Indonesia

Ini Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah dari Bank Indonesia

JAKARTA (tandaseru.id) – Mencermati kondisi perekonomian Indonesia khususnya sebagai dampak penyebaran Covid-19, Bank Indonesia menyampaikan perkembangan indikator stabilitas nilai Rupiah secara periodik.

Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono Bank Indonesia menyebutkan Indikator dimaksud adalah nilai tukar dan inflasi, sebagai berikut :

Perkembangan Nilai Tukar 26-30 April 2021, pada Kamis (29/4) nilai Rupiah ditutup pada level (bid) Rp14.445/US$, Yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke level 6,46% sedangkan  DXY[1] melemah ke level 90,61 serta Yield UST (US Treasury) Note[2] 10 tahun naik ke level 1,609%.

Disebutkannya pada Jumat pagi (30/4) Rupiah dibuka pada level (bid) Rp14.400/US$, Yield SBN 10 tahun stabil di level 6,46%.

Bank Indonesia juga mencatat aliran modal asing (Minggu V April 2021) Premi CDS Indonesia 5 tahun turun ke 76,00 bps per 29 April 2021 dari 77,39 bps per 23 April 2021.

Berdasarkan data transaksi 26 – 29 April 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp5,10 triliun terdiri dari beli neto di pasar SBN sebesar Rp5,86 triliun, sementara di pasar saham jual neto sebesar Rp0,76 triliun) sedangkan berdasarkan data setelmen selama 2021 (ytd), nonresiden jual neto  Rp2,85 triliun

Sementara itu Inflasi berada pada level yang rendah dan terkendali

1.   Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu V April 2021, perkembangan harga pada bulan April 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,18% (mtm).  Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi April 2021 secara tahun kalender sebesar 0,63% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,47% (yoy).

2.   Penyumbang utama inflasi April 2021 sampai dengan minggu kelima yaitu komoditas daging ayam ras, jeruk, minyak goreng, daging sapi, dan emas perhiasan. Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain cabai rawit, bawang merah, kangkung, bayam, beras dan tomat.

Erwin Haryono menambahkan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com