Anak Dibenamkan ke Bak Mandi hingga Tewas, Kedua Orangtua Jadi Tersangka

3

TEMANGGUNG (tandaseru.id) – Polres Temanggung mengungkap kasus kekerasan terhadap anak bawah umur, yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, di Dusun Paponan  Rt 02 Rw 03, Desa Bejen, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung.

Korbannya seorang anak usia 7 tahun inisial A. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Paponan  Rt 02 Rw 03, Desa Bejen, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, dengan korban A (7)dan masih duduk di bangku kelas 1, Sekolah Dasar ini, sungguh sangat tidak manusiawi.

Pelaku yang juga merupakan kedua orangtua korban membenamkan kepala korban ke dalam air bak mandi, sehingga korban kehabisan nafas dan kemudian meninggal dunia di rumahnya.

Kapolres Temanggung, AKBP Pol Benny Setyowad mengungkapkan kekerasan yang dilakukan para pelaku ini memang sangat sadis dan kejam dan terungkap setelah 4 bulan atas laporan kakek korban beserta aparat desa.

Pelaku diancam hukam paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp3 miliar. “Apabila ini di lakukan oleh orangtua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka ancaman hukuman ditambah 1/3(sepertiga) dari ancaman hukuman di atas,” ujarnya, Rabu (19/5).

Dia menunjukkan beberapa barang bukti, diantaranya, 1 ( satu ) buah karpet plastik warna biru, 1 ( satu ) buah kain putih alas jenazah, 1 ( satu ) buah pengharum ruangan merk Glade Lavender, 1 ( satu ) buah pengharum ruangan merk Stella Coffe Latte, 3 ( tiga ) buah pengharum ruangan merk Stella Japanese Sakura, 1 ( satu ) bungkus tisu wajah merk Alfamart, 1 ( satu ) bungkus cotton buds merk Cussons Baby.

Selain itu juga ada 1 ( satu ) bungkus cotton buds merk Selection, 1 ( satu ) bungkus toilet ball merk Dahlia, 1 ( satu ) buah keranjang sampah warna hijau, 1 ( satu ) buah baju anak lengan panjang warna hijau, 1 ( satu ) buah celana panjang anak warna pink, 1 ( satu ) buah baju daleman anak warna putih dan 1 ( satu ) buah celana dalam anak warna pink.

“Pasal yang disangkakan dan ancaman hukuman, kasus Kekerasan terhadap anak dibawah umur yang mengakibatkan meninggal dunia dan atau kekerasan dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Primair Pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat 3  Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak, Subsidair Pasal 44 ayat 3  Undang Undang RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT lebih subsider pasal 351 ayat 3 KUHPidana, dengan pelaku Kedua orang tua korban sendiri,” ungkap Kapolres.

Sedangkan untuk kedua pelaku lainnya, lanjut Kapolres, akan dikenakan Pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak, subsider pasal 351 ayat 3 KUHPidana, dan pasal 55 KUHPidana jo Primair Pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak, subsider pasal 351 ayat 3 KUHPidana.

Kapolres Temanggung mengimbau masyarakat, kejadian ini dapat jadikan pelajaran dan jangan mudah untuk percaya dengan yang dikatakan oleh seorang dukun ataupun paranormal. Karena hal itu akan membuat diri sendiri tidak percaya kepada sang pencipta.

“Saya minta kepada masyarakat, kita jangan mudah percaya dengan ucapan seorang dukun atau apapun, karena itu menyesatkan diri kita sendiri, percaya dan serahkan kepada Allah. Kalau kejadiannya seperti yang rugi kita sendiri,” pungkasnya.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.