Berhasil Jual Samurai Bond US$13,21 Triliun di Jepang, Ini Kata Kemenkeu

1

JAKARTA (tandaseru.id) – Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan Republik Indonesia Luky Alfirman menjelaskan, penerbitan Samurai Bond tahun ini cukup menantang di tengah kondisi global.

Pasalnya, saat ini masih volatile atau mengalami fluktuasi perkembangan ekonomi karena faktor yang sulit diprediksi akibat pandemi Covid-19.Termasuk di antaranya status state of emergency di Jepang.

Luky Alfirman mengapresiasi peran aktif dari Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi dalam menjalin komunikasi yang baik dengan Pemerintah dan Swasta Jepang. Hal itu disampaikannya setelah Pemerintah Indonesia berhasil menjual Samurai Bond di Jepang senilai US$13,21 triliun.

“Alhamdulillah, Indonesia berhasil menerbitkan Samurai Bond disertai berbagai rekor pencapaian. Pencapaian itu tidak terlepas dari fundamental ekonomi Indonesia yang solid, credit story yang bagus, serta keberhasilan kita dalam menjaga komunikasi yang baik dengan investor. Kami ucapkan terima kasih kepada Dubes RI Heri Akhmadi, yang aktif menjaga kepercayaan investor Jepang selama ini,” ujar Luky Alfirman.

Perlu diketahui, nominal penerbitan pada tenor 3 (tiga) tahun terakhir, adalah terkecil dalam sejarah penerbitan Samurai Bonds Pemerintah Indonesia.

Sekitar 70% dari total nominal penerbitan kali ini, berada pada tenor 5 tahun ke atas. Berkurangnya dominasi tenor pendek ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Selain itu, tercapainya spread terhadap Yen Swap dan kupon terendah untuk seluruh tenor dalam sejarah penerbitan Samurai Bonds oleh Pemerintah Indonesia tanpa adanya jaminan (guarantee) dari JBIC (Japan Bank for International Cooperation).

Kupon terendah sepanjang sejarah penerbitan Samurai Bonds untuk tenor 10 tahun, yaitu sebesar 0,89%. Kupon ini masih lebih rendah apabila dibandingkan penerbitan Samurai Bonds 10 tahun dengan JBIC guarantee pada tahun 2015 yang berada pada level 0,91%.

Di sisi lain, terdapat jumlah permintaan investor yang signifikan, sehingga terjadi over-subscribe pada transaksi kali ini sebesar 1,6 kali. Pemerintah secara resmi mulai memasarkan untuk penerbitan Samurai Bonds ini pada Selasa (18/05).

Dalam tiga hari pelaksanaan proses marketing, dengan mempertimbangkan permintaan yang solid dari investor domestik Jepang maupun di luar Jepang. Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mempersempit final guidance ke level terendah dari hampir semua seri. Walaupun harga akhir yang ditawarkan Pemerintah sangat ketat, namun minat investor masih cukup tinggi dengan bid-to-cover ratio mencapai 1,6 kali.

Sebelum transaksi ini dilakukan, Pemerintah melakukan non-deal roadshow dengan format online group meeting maupun one-on-one meeting dengan para investor Jepang secara daring. Keberhasilan penyelenggaraan roadshow itu berdampak pada keragaman jenis investor yang berpartisipasi pada penerbitan Samurai Bonds ini.

Berdasarkan tipenya, investor pada transaksi kali ini terdiri dari city banks (22.2%), asuransi (7.0%), asset managers (31.1%), central cooperatives (7.0%), central banks (4.0%), public funds (0.2%), shinkin banks/regional banks (8.9%), dan lainnya (19.6%).  Sedangkan investor dari luar Jepang tercatat 17,7% dari total investor.

2 Comments
  1. Nicoletta says

    This is a topic that’s close to my heart… Thank you! Exactly where are
    your contact details though?

  2. Arica says

    Sweet blog! I found it while browsing on Yahoo News.
    Do you have any tips on how to get listed in Yahoo News?

    I’ve been trying for a while but I never seem to get there!
    Thank you

Leave A Reply

Your email address will not be published.