Aniaya Karyawan soal Tudingan Mark Up Uang, Bos Restoran dan Security di Kota Malang Dicokok Polisi

6

JATIM (tandaseru.id) – Seorang bos restoran di Kota Malang berinisial JP (36) dan security berinisial MI (44) ditangkap pihak kepolisian lantaran melakukan penganiayaan terhadap karyawatinya berinisial MT (38).

Penangkapan keduanya itu dilakukan atas dasar laporan dengan nomor LP-B/299/VI/2021/Polresta Malang Kota/Polda Jatim Tanggal 18 Juni 2021 dalam kasus penganiayaan.

“Tersangka diduga melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara memukul mengunakan tangan kosong ke arah wajah mengenai mata kiri korban, dan memukul ke arah dada serta pinggang korban sebelah kiri sehingga mengakibatkan luka memar pada tubuh korban,” kata Kapolresta Malang AKBP Budi Hermanto dalam keterangannya, Senin (28/6).

Polisi yang akrab disapa Buher tersebut menerangkan awalnya, korban yang bekerja di restoran itu dituduh melakukan mark up atau penggelembungan harga belanja perusahaan.

“Kemudian tersangka melakukan klarifikasi terhadap korban dan di sela-sela klarifikasi tersangka diduga melakukan pemukulan terhadap korban disertai dugaan pemukulan yang dilakukan juga oleh security,” ucapnya.

Atas perbuatan bosnya tersebut, korban mendapatkan luka-luka dan melaporkannya ke Polresta Malang. Dari penangkapan itu, ada sejumlah barang bukti yang disita polisi.

“Kami tekankan tidak ada ruang premanisme di kota Malang dan akan kami tindak tegas secara profesional dan proporsional dan hal tersebut sesuai arahan bapak Kapolri dlm 16 program prioritas penguatan har kamtibmas dan peningkatan penegakan hukum,” tegas Buher.

Selanjutnya, kedua tersangka dilakukan penahanan dengan dipersangkakan pasal 170 ayat 2 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

Leave A Reply

Your email address will not be published.