Warna-Warni Indonesia
Jaksa Dyofa Yudhistira

Sidang Duplik, Terdakwa Penganiayaan WNA Yakini Kasusnya Nebis In Idem

JAKARTA (tandaseru.id) – Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap warga negara asing (WNA) Wenhai Guan, Andy Cahyadi menjalani sidang pembacaan duplik di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa (9/11).

Dalam hal ini, Andy meyakini jika kasusnya tidak bisa dilanjutkan. Pasalnya dalam kasus ini dia sudah pernah melaporkan Wenhai Guan atas tuduhan penganiayaan. Wenhai Guan pun kemudian divonis bersalah dan dihukum 6 bulan penjara.

“Kasus ini dan kasus saya sebagai pelapor kejadiannya,  jam sama, tanggal 17 Agustus 2018 sama, Pasal 351 sama , saksi sama, buktinya sama. Mengapa kasus ini masih bisa jalan? karena kasus ini harus masuk nebis in idem,” kata Andy di Pengadilan Negeri Jakut, Selasa (9/11).

Di dalam persidangan duplik ini, Andy juga membantah seluruh tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dia menyatakan tidak melakukan penganiayaan kepada Wenhai Guan.

Justru dirinya yang dianiaya. Hal itu terbukti dari divonis 6 bulan penjara kepada Wenhai Guan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

“Surat dakwaan yang dibuat jaksa utara tidak sah,” terangnya.

Andy menilai banyak kesalahan dalam dakwaan yang dibacakan JPU. Di antaranya peristiwa penganiayaan yang terjadi pada 23.00 WIB. Padahal pada pukul tersebut, Andy mengaku sudah berada di Rumah Sakit Pluit.

Selain itu, Andy membantah mendatangi rumah di Jalan Marble 5 Nomor 35 PIK untuk menganiaya Wenhai Guan. Pasalnya rumah tersebut miliknya sendiri, sehingga kedatangannya adalah dalam rangka pulang.

Saat itu, Wenhai berada di rumah Andy untuk mencari Feng Qiu Ju yang menyewa 1 kamar rumah Andy.

“Masalahnya di awal ada hutang piutang, Wenhai Guan mengancam saya dan usir saya pergi dari rumah saya sendiri. Saya tidak terima jadi Wenhai Guan , Feng Qiu Ju, Dong Dan, memukul saya secara Bersama,” kata Andy.

Hal lain yang dibantah Andy yakni terkait luka yang dialami Wenhai. Dalam surat dakwaan Wenhai Guan luka lecet pipi kiri, bibir atas dan pakaian robek. Dalam bukti foto dan video, terdapat perbedaan waktu luka yang dialami Wenhai dengan peristiwa penganiayaan seperti yang dibacakan JPU.

“Surat dakwaan dari jaksa Pak Dyofa adalah surat dakwaan Palsu. Ini diskriminasi hukum terhadap perkara saya,” jelas Andi.

Sementara itu, Jaksa Dyofa Yudhistira tidak memberikan respon atas duplik yang dibacakan oleh Andy. Ditemui usai persidangan, Dyifo juga memilih menghindari awak media. Dia menolak memberikan komentar apapun.

Diketahui, kasus ini bermula dari peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh Wenhai Guan terhadap Andy Cahyady. Setelah itu, Wenhai dilaporkan oleh Andy. Hingga akhirnya Wenhai Guan divonis bersalah dan harus menjalani 6 bulan penjara.

Setelah itu, Wenhai Guan justru juga melaporkan Andy dan mengaku sebagai korban penganiayaan. Atas laporannya tersebut, Andy akhirnya diputus bersalah dan sudah menjalani hukuman.

Namun, untuk laporan yang dibuat Andy, Wenhai yang telah diputus bersalah malah belum sempat menjalani hukuman, Wenhai kembali ke negara asalnya, Singapura.

Saat itu Wenhai pulang dengan dalih berobat. Dia dijamin oleh 2 orang kerabatnya. Namun, sampai sekarang Wenhai belum juga dieksekusi untuk menjalani hukuman.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com