Warna-Warni Indonesia

Pemuda Pancasila Minta Kapolri Periksa Junimart Girsang soal Pernyataanya

JAKARTA (tandaseru.id) – Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) PP, Razman Arif Nasution meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk memeriksa Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Junimart Girsang.

Hal ini dikatakan Razman soal pernyataan Junimart yang dilayangkan kepada ormas Pemuda Pancasila (PP) apakah ada niat jahat yang berimbas pada demo anarkis beberapa waktu lalu.

“Saya minta saya mohon pak Kapolri panggil yang bersangkutan, beri waktu dia diperiksa 1×24 jam tanya apa maksudnya, jangan-jangan dia punya mensrea bahasa hukumnya niat jahat yang terselubung, jangan-jangan ada orang yang memprovokasiin,” tutur Razman di Polda Metro Jaya, Senin (29/11).

Razman menuturkan pemanggilan terhadap Junimart ini juga untuk mengantisipasi adanya peningkatan aksi demo yang lebih besar lagi dari massa PP. Pasalnya, kata Razman, di beberapa daerah massa PP mulai menggelar demo untuk menuntut permintaaf maaf dari Junimart.

“Pertanyaan saya ke saudara Junimart, sudah berkali-kali kami ingatkan minta maaf setulus hati. Sementara dia tahu efek dari perkataan dia, statement dia itu berefek ke mana-mana semua media bahkan internasional. Bahkan dikaitkan sama rencana demo 212. Kita ini melaksanakan aksi damai demgan prosedur,” tuturnya.

Lebih lanjut, Razman menyebut bahwa jika eskalasi semakin meninggkat, pilihan lain yang bisa diambil adalah menangkap Junimart.

“Sekarang kalau ini makin eskalasinya naik pilihannya adalah tangkap Junimart Girsang tuh bahasa saya. Karena dia patut diduga menimbulkan kegaduhan, kegelisahan, menganggu ketentraman, kenyamanan negara ini,” ucap Razman.

Untuk diketahui, aksi demonstrasi yang digelar Ormas Pemuda Pancasila di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (25/11) kemarin, berakhir ricuh.

Polda Metro Jaya pun menetapkan 15 anggota Ormas Pemuda Pancasila yang terlibat aksi anarkistis saat unjuk rasa tersebut sebagai tersangka.

Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, para tersangka terbukti membawa senjata tajam dalam aksi demonstrasi tersebut dan langsung ditahan di Polda Metro Jaya.

Sebanyak 15 tersangka itu dijerat Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Tajam.

Selain itu, penyidik juga menetapkan satu anggota Ormas Pemuda Pancasila berinisial RC karena diduga mengeroyok KBO Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali saat aksi demonstransi.

Perwira menengah kepolisian itu diserang hingga mengalami luka di kepala, saat mengadang massa aksi yang berusaha menerobos masuk ke kompleks parlemen.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com