Warna-Warni Indonesia

Bareskrim Polri Tetapkan Eks Dirut PT JIP Sebagai Tersangka Kasus Korupsi

JAKARTA (tandaseru.id) – Polisi menetapkan Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) Ario Pramadhi sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Kasus itu diduga terjadi dalam pengadaan barang/jasa pembangunan infrastruktur Gigabit Passive Optical Network (GPON) oleh PT JIP pada 2017-2018.

“Tersangka atas nama Ario Pramadhi (Direktur Utama PT JIP),” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam keterangan tertulis, Selasa (30/11).

Selain Ario, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri juga menetapkan VP Finance & IT PT JIP Christman Desanto sebagai tersangka. JIP merupakan anak usaha dari BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi dan jalan raya.

“Perusahaan itu telah mempunyai pengalaman dalam usaha/bidang ICT (Information and Communication Technology),” ungkap Rusdi.

Rusdi mengatakan penyelidikan kasus ini dilakukan sejak 8 Februari 2021. Laporan polisi kasus ini teregister dengan nomor LP/A/0072/II/2021/Bareskrim tertanggal 5 Februari 2021.

Rusdi mengatakan pihaknya telah menyita sejumlah barang bukti dari PT JIP, PT Jakpro, PT GTP, dan oknum pejabat PT JIP. Barang Bukti itu di antaranya 15 handphone (HP), 3 laptop, sertifikat tanah dan bangunan, 7 CPU komputer, rekening koran Bank Mandiri dan Bank DKI PT JIP.

Kemudian, penyidik juga menyita 161 dokumen PT JIP. Dokumen itu berisi perjanjian kerja sama antara PT JIP dengan PT ACB, PT IKP, dan PT TPI. Lalu, dokumen pencairan dana PT Jakpro ke PT JIP, dan invoice pembelian material GPON.

Polisi akan mengirimkan permintaan pencegahan ke luar negeri terhadap para tersangka ke pihak Imigrasi. Polisi masih terus mengusut kasus itu, terutama terkait dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Melaksanakan asset tracing terhadap aliran dana yang dilakukan oleh diduga pelaku terkait dugaan TPPU, dan melaksanakan asset recovery terkait dugaan TPPU,” ungkap Rusdi.

Para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com