Warna-Warni Indonesia
istimewa

Benarkah Menulis Mampu Menjaga Kesehatan Mental Seseorang, Begini Penjelasanya!

JAKARTA (tandaseru.id) – James W. Pennebaker dalam penelitianya mengatakan aktifitas menulis sangat bermanfaat untuk kesehatan mental manusia.

Menulis bisa membantu seseorang mengurangi stress, trauma, hingga depresi. Selain itu, menuangkan pengalaman ke dalam tulisan faktanya mampu menjaga kesehatan mental sehingga emosi tetap stabil.

Bagi banyak orang kegiatan menulis mungkin hanya sebagai bentuk metode belajar untuk memudahkan memahami sesuatu. Akan tetapi, menulis juga dapat menjadi metode penyembuhan diri dari luka batin masa lalu.

Praktisi Mind Body and Soul Balancing dari Mindhealing.id Laura Fertiana menjelaskan, bahwa di dalam proses healing seseorang, metode menulis dipercaya mampu mengeluarkan perasaan kurang nyaman, stres berat, dan depresi yang diderita manusia.

“Tangan itu terhubung dengan otak, tangan akan menulis apa saja yang kita rasakan sehingga tidak bisa berbohong, bahkan di beberapa keyakinan tanganlah yang akan bersaksi di hari akhir, jika tidak bisa menulis di kertas, kita bisa memanfaatkan handphone, laptop serta PC yang kita miliki, itu efeknya juga sama,” jelas Laura dalam suatu pelatihan Building Leadership Development Program Bank BRI.

Selain yang disebutkan di atas, mengutip dari  Line Today, berikut 5 manfaat menulis lainya!

Mengurangi Over Thinking

Supaya kita tidak terlalu mencemaskan sesuatu yang belum terjadi. Terkadang pikiran-pikiran yang ada di kepala kita layaknya benang kusut. Padahal, jika kita pikir-pikir kembali, yang terjadi tidak seseram yang kita bayangkan.

Nah, dengan menulis, pikiran-pikiran yang kusut tadi bisa terurai lebih baik dan kita bisa memetakan mana yang beneran kejadian dan mana yang hanya di pikiran kita saja.

Memaksimalkan Kreativitas

Kita dituntut untuk lebih kreatif dalam menuangkan apa yang ada di pikiran menjadi kalimat. Misalnya, kita lagi ketemu sama temen-temen lama di tongkrongan. Terus, kita mau coba menuliskan di catatan kita, pasti kita jadi mikir gimana merangkai kalimat dengan baik dan enak buat kita baca lagi.

Membuat hidup menjadi lebih teratur

Proses menulis melatih kita supaya lebih terstruktur dalam berpikir dan akhirnya berpengaruh ke kehidupan sehari-hari. Karena, kita terbiasa untuk menulis kalimat atau paragraf yang sebisa mungkin harus nyambung satu sama lain. Dari sana, otak kita mulai terlatih untuk berpikir secara sistematis, dan akhirnya tidak hanya dalam penulisan, misalnya ketika mengambil keputusan.

Mencurahkan perasaan

Semacam curhat gitulah, tentang apa yang lagi kita rasakan. Bisa senang, sedih, kecewa, berbunga-bunga, dan lain sebagainya. Rasanya jadi lega gitu. Dari pada memendam sendiri atau kebetulan teman lagi pada sibuk, kenapa gak kita mencoba untuk menulis. Apalagi jika ada beban yang lagi numpuk di dada, rasanya kalau sudah ditulis jadi plong banget.

Membantu saat Belajar

Metode menulis (nyatet) pas belajar terbukti bisa bantu kita lebih memahami sebuah pelajaran. Emang, sih, sekarang zaman udah canggih, bisa aja foto dan tinggal screenshot kalau lagi belajar via daring, tapi tetep saja rasanya kurang. Jauh lebih efektif menulis, karena kita bisa sambil memahami materi yang sedang kita pelajari.

Proses Healing Melalui Menulis Bisa jadi Kebiasaan yang Bagus, Nih!

Jelas! Liat saja manfaatnya banyak banget, kan! Ya, walaupun gak mudah memang untuk membiasakan nulis secara rutin. Hal sederhana yang bisa kita coba adalah dengan nulis jurnal setiap hari. Tulis apa yang dialami dan dirasakan pada hari itu. Ya, semacam buku harian gitu. Tidak harus panjang-panjang. Yang terpenting adalah menjaga konsistensinya!

Kini yang Menjadi Pertanyaan, Apakah Semua Jenis Kegiatan Menulis dapat Dijadikan Self Healing?

Kegiatan menulis yang dapat dijadikan self healing adalah jenis menulis ekspresif. Menurut Pennebaker (1997) menulis ekspresif adalah kegiatan menulis yang dirasakan oleh diri seseorang dan dimasukkan ke dalam sebuah buku dengan cara menceritakan atau naratif.

Namun dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, menulis tidak hanya dibatasi pada media kertas saja, kini menulis bisa dilakukan di smartphone dan pc atau laptop yang dimiliki. Tergantung di mana letak kenyamanan yang dirasa untuk menulis.

Selain menulis ekspresif, ada cara lain yang dianjurkan Laura Fertiana praktisi mind, body, and soul balancing dari Mindhealing.id pada para penderita sakit mental, yaitu dengan metode menulis di dalam jurnal.

Kita dianjurkan untuk menamai perasaan kita dan menuliskan perasaan negatif dan positif itu ke dalam sebuah jurnal, ini dilakukan minimal 1 bulan secara konsisten dan untuk mengubah kebiasaan buruk bisa dilakukan hingga 3 bulan lamanya.

“Jika dilakukan rutin metode relase dengan menulis mampu menstabilkan kembali emosi yang dirasakan. Tanpa disadari perasaan negatif yang dimiliki akan bergerak ke arah yang positif, dan itu dirasakan oleh orang terdekat kita, kita lebih terbuka, lebih gampang senyum, dan lebih ramah,” Jelas Laura Fertiana.

Yuk, pelan-pelan kita belajar menulis dengan rutin, untuk hidup kita yang lebih baik!

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com