Warna-Warni Indonesia

Keluarga Korban Kanjuruhan Mengaku Ikhlas Atas Vonis Terdakwa Lebih Ringan dari Tuntutan 

SURABAYA (tandaseru.id) – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya telah menjatuhkan vonis 1 tahun enam bulan penjara kepada Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Abdul Haris.

Begitu pula Security Officer Arema FC Suko Sutrisno yang dianggap terbukti bersalah dalam kasus Tragedi Kanjuruhan telah divonis 1 ( satu ) tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

Adapun putusan tersebut lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar terdakwa divonis 6 tahun 8 bulan penjara.

Menyikapi putusan tersebut, Asri Puji Rahayu ibu kandung Salsa Yonaf Oktavia (20) salah satu korban Tragedi Stadion Kanjuruhan asal Kelurahan Gadang gang 17 B nomor 56 mengaku ikhlas.

“Kami ikhlas, pasrah dan menyerahkan proses hukum kepada aparat penegak hukum,”ungkap Ibu kandung Salsa saat dihubungi wartawan via telp.

Seperti dikutip dari Times Indonesia, Asri Puji Rahayu mengaku tetap berupaya tegar dan berbesar melihat kenyataan anak semata wayangnya turut menjadi korban tragedy Kanjuruhan.

Asri Puji Rahayu mengaku tak sendirian dalam menanggung beban yang mana salah satu anggota keluarganya telah turut menjadi korban pada tragedi memilukan tersebut.

Ia pun bersama 66 keluarga korban lain yang tergabung dalam paguyuban saling menguatkan, dan merelakan peristiwa naas yang menimpa keluarganya.

“Kami sejak awal, saling menguatkan untuk berbesar hati walau keluarga menjadi korban tragedi Kanjuruhan, kita beriman, secara pribadi berjuang berbesar hati untuk ikhlas,” ungkapnya, Jumat (10/3/23).

Asri mengaku jika saat ini ia bersama keluarga korban yang lain tak ingin berlarut dalam kesedihan dan lebih realistis menapaki kehidupan kedepan.

Sejauh peristiwa naas menimpa anaknya, ia mengaku telah mendapat pendampingan dari tim trauma healing dari pemerintah daerah termasuk dari pihak Kepolisian.

“Bantuan sudah dari pemda hingga kepolisian, bahkan keluarga korban yang punya anak sekolah disupport biaya sekolah hingga lulus SMA, termasuk lapangan kerja,” ujarnya.

Untuk diketahui, sidang pembacaan vonis Abdul Haris digelar sekitar pukul 10.35 WIB di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Haris hadir dengan memakai kemeja putih dan celana hitam.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Abdul Haris dengan pidana 1 tahun 6 bulan pidana penjara,” kata ketua majelis hakim PN Surabaya Abu Achmad Sidqi Amsya saat membacakan amar putusan, seperti dilansir detikJatim, Kamis (9/3).

Sedangkan tiga terdakwa lainnya dari kepolisian, yakni Wahyu Setyo Pranoto (eks Kabag Ops Polres Malang), Bambang Sidik Achmadi (eks Kasat Samapta Polres Malang), dan Hasdarmawan (eks Danki 3 Brimob Polda Jatim) didakwa Pasal 359, yang menyebabkan kematian atau luka-luka karena kealpaan.

6 Komen
  1. … [Trackback]

    […] Read More Info here on that Topic: tandaseru.id/2023/03/10/keluarga-korban-kanjuruhan-mengaku-ikhlas-atas-vonis-terdakwa-lebih-ringan-dari-tuntutan/ […]

  2. dk7

    … [Trackback]

    […] There you will find 34492 more Info to that Topic: tandaseru.id/2023/03/10/keluarga-korban-kanjuruhan-mengaku-ikhlas-atas-vonis-terdakwa-lebih-ringan-dari-tuntutan/ […]

  3. prodentim official website berkata

    ProDentim is an effective solution for a variety of oral health and hygiene issues, such as bleeding gums or cracked or hollowed-out teeth. It claims to be able to whiten teeth and address issues such as tooth sensitivity. This dietary supplement is easy to take as it comes in the form of soft pills.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com