FOKUS

28 Tahun Berkarier, Duo Elektronik Legendaris Prancis Daft Punk Bubar

JAKARTA (tandaseru.id) – Duo elektronik/dance legendaris asal Prancis, Daft Punk mengumumkan perpisahan setelah berkarier selama 28 tahun pada Senin (22/2).

Melalui video bertajuk Epilogue berdurasi 7 menit 57 detik yang mereka unggah di akun YouTube, terlihat kedua anggota Daft Punk, Thomas Bangalter dan Guy Manuel de Homem-Christo mengenakan helm dan jaket sebagai ciri khas mereka.

Dalam video tersebut, awalnya mereka berjalan beriringan di tengah padang pasir. Pada satu titik, salah satu dari mereka berhenti berjalan, dan memperlihatkan detonator yang terpasang di punggungnya.

Anggota yang berjalan di depan sempat menghampiri kembali, lalu memencet tombol tersebut. Robot silver dengan detonator itu kemudian berjalan menjauh, dan akhirnya meledak berkeping-keping.

Video kemudian menunjukkan gambar dua tangan yang membentuk segitiga dengan keterangan “1993-2021” di bawahnya.

Melansir dari CNN Indonesia, Selasa (23/2) Publisis Daft Punk, Kathryn Frazier, akhirnya mengonfirmasi bahwa duo itu bubar, tapi enggan menjabarkan lebih lanjut.

Awal terbentuk

Dilansir dari Variety, Bangalter dan Homem-Christo bertemu pertama kali semasa sekolah pada pertengahan 1980-an di Paris.

Awalnya mereka membentuk musik bersama Laurent Brancowits pada 1992 dan diberi nama Darlin. Sebuah ulasan mengenai album tersebut di Melody Maker menyebut musik mereka sebagai “a daft punky thrash”, yang akhirnya menjadi inspirasi nama Daft Punk.

Bangalter dan Homem-Christo kemudian mendirikan Daft Punk pada tahun 1993 di Prancis. Daft Punk merilis single pertama mereka, The New Wave, pada 1994, kemudian ditindaklanjuti dengan Da Funk.

Duo tersebut membawa skena underground house Perancis naik ke permukaan, dengan lagu-lagu hits, seperti One More Time, Da Funk, dan Around The World.

Album debut mereka, Homework pada 1996, dianggap sebagai tonggak penting dalam skena musik elektronik terbaik di era 1990-an.

Sejak saat itu, Daft Punk terus berkarya. Kemudian pada 2013, single retro-disko “Get Lucky”, yang menampilkan Pharrell Williams dan Nile Rodgers menjadi lagu hits di seluruh dunia.

Album Random Access Memory menuai respons positif dari banyak pihak, sampai-sampai memenangkan lima trofi di Grammy Awards 2014, termasuk Album of the Year dan Record of the Year untuk lagu Get Lucky.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com