FOKUS

3 Fakta Rudal Iran, Senjata Andalan Gempur Pangkalan Militer AS

JAKARTA (tandaseru) – Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran kian memanas. Iran melontarkan puluhan rudal balistik untuk menghantam dua pangkalan militer AS di Irak, Rabu (8/1).

Ini menjadi serangan paling signifikan dalam konflik yang berkembang di AS. Rudal yang diluncurkan sebagai serangan balasan atas kematian perwira tinggi militer Iran, Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Jumat (3/1) lalu.

Menurut salah satu pejabat pertahanan AS, setidaknya ada enam rudal yang menyerang pangkalan udara Al Asad, Irak Barat sekitar tengah malam.

Sebagai informasi, pembunuhan Soleimani ini merupakan titah langsung Presiden AS, Donald Trump. Perintah ini dilakukan tanpa sepengetahuan parlemen AS.

Ini fakta rudal yang digunakan Iran untuk gempur pangkalan militer AS di Irak

 

Rudal jelajah lebih canggih

Selain rudal balistik, Iran menggunakan rudal jelajah yang diklaim lebih canggih. Rudal jelajah ini diangkut oleh pesawat tanpa awak yang digunakan untuk penyerangan target darat.

Ketertarikan Iran terhadap rudal balistik berkurang setelah perang Iran-Irak yang menghabiskan waktu delapan tahun.

Pada tahun 1990 menjadi awal mula Iran melirik rudal jelajah. Menariknya, senjata andalannya ini bisa terbang dengan ketinggian rendah.

Ukurannya yang kecil dari pesawat tempur tanpa awak dan sulit dideteksi menjadi daya tarik. Selama ini rudal jelajah yang paling terkenal adalah Tomahawk milik AS.

Memiliki kelas yang sama dengan rudal buatan AS

Rudal jelajah jarak jauh bisa ditelusuri dari Soviet. Pada 2001, Iran melakukan pengadaan pasar gelap Ukraina dengan selusin rudal jelajah Kh-55 yang biasa dipakai Angkatan Udara Soviet.

Kemudian Iran dikabarkan merekayasa ulang Kh-55. Pada 2012, Iran mengumumkan akan meluncurkan senjatanya yang diberi nama Meshkat.

Pada 2015, mereka kembali mengenalkan rudal jelajah bernama Soumar, yang merupakan penyempurnaan dari Kh-55.

Selanjutnya,  pada Februari 2019, Iran memperkenalkan rudal jelajah Hoveyzeh. Senjata ini memiliki jangkauan 1.350 kilometer yang membuatnya di kelas yang sama dengan rudal Tomahawk milik AS.

Bisa menyerang kapal

Selain di darat, rudal jelajah bisa menyerang kapal. Ada dua jenis rudal jelajah paling canggih yang dimiliki Iran, yakni Soumar dan Hoveyzeh.

Semua alat senjata milik Iran adalah rudal dengan target serangan darat. Namun,  juga bisa diubah sistemnya menjadi rudal jelajah anti-kapal yang kekuatannya tak kalah eksplosif.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait