FOKUS

4 Faktor Mengapa Pilkada Serentak 2020 Harus Digelar meskipun Pandemi

JAKARTA (tandaseru) – Keputusan digelarnya Pilkada Serentak 2020 saat pendemi Covid-19 memang menuai pro dan kontra. Terdapat pihak yang mendukung maupun meminta agar hajatan demokrasi ini ditunda hingga pandemi mereda.

Pro dan konta terus bergulir. Namun Indonesia bukan satu-satunya negara yang menyelenggarakan pemilu di saat pandemi Covid-19. Sejumlah negara di antaranya Jerman, Prancis, dan Korea Selatan juga menghelat pemilu.

Dalam Talkshow Nasional Is Me Goes to Campus yang digelar secara live di Radio Persada dan Heartline 100.6 FM Karawaci kali ini mengangkat tema Menuju PILKADA Sehat 2020. Talkshow ini menghadirkan narasumber utama Ray Rangkuti selaku Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA Indonesia).

Para penggiat Pilkada mendeklarasikan pelaksanaan Pilkada Sehat. Gerakan itu sebagai dukungan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 tetapi aman dari penyebaran wabah virus corona atau Covid-19.

Ray Rangkuti mengatakan, ada empat faktor menurutnya mengapa pemilu 2020 harus tetap dilaksanakan.

Pertama, Bila Pilkada 2020 akan diundur karena Covid-19 tidak ada jaminan corona akan bersih pada tahun berikutnya.

Kedua, Pilkada ini menelan biaya besar tidak sesuai dengan masa bakti yang hanya 2 tahun bila dilakukan pada tahun 2021.

Ketiga, Pilkada merupakan kesempatan untuk memilih pemimpin baru yang komitmen untuk menangani masalah yang ada. Contoh di Amerika masyarakatnya tetap ingin dilaksanakan pemilu karena mereka memilki keinginan memilih pemimpin baru yang memiliki visi dan misi  yang jelas untk menekan Covid-19.

Keempat, Tahapan sudah dijalankan sejauh ini, saat ini sudah masuk masa kampanye, diharapkan masa kampanye ini calon pemimpin dapat memaparkan bagaiamana caranya untuk menyelesaikan masalah yang sedang hangat saat ini, seperti Omnibuslaw, Covid-19 dan lain-lain.

“Dengan diselenggarakannya Pilkada Serentak 2020, tidak hanya merupakan sarana untuk meregenerasi kepemimpinan politik di daerah, tapi sekaligus dapat memberikan legitimasi politik yang kuat bagi para pemimpin baru di daerah untuk merealisasikan program penanggulangan Covid-19,” ujar Ray.

Melalui Pilkada Sehat, ia ingin membangun optimisme publik bahwa bangsa Indonesia tetap bisa menjalankan agenda demokrasi secara sehat, dan menghilangkan kekhawatiran masyarakat pada tahapan yang akan dilaksanakan.

”Pilkada 2020 menjadi momentum bagi masyarakat di daerah untuk memastikan calon pemimpin mereka betul-betul sehat, jasmani maupun rohani, termasuk track recordnya. Calon pemimpin daerah diharapkan benar-benar memiliki niat untuk membenahi daerahnya, termasuk mengatasi persoalan yang timbul akibat Covid-19,” kata Ray.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait