FOKUS

5.000 Pemudik Diputarbalikkan, Kapolres Karawang Imbau Masyarakat Patuhi Larangan Mudik

KARAWANG (tandaseru) – Polres Karawang bersama aparat Gabungan Satgas Covid-19 Pemkab Karawang melaksanakan penutupan jalur di Jalan arteri Bekasi-Karawang. Membuat ribuan kendaraan pemudik terpaksa harus berputar arah untuk kembali kedaerah asalnya, Minggu (9/5).

Penutupan yang berlangsung di Posko Pengamanan (Pospam) Sekat Tanjungpura itu, dipimpin langsung oleh Kapolres Karawang, AKBP Rama Samtama Putra bersama Dandim 0604 Karawang, Letkol Inf. Medi Hariyo Wibowo dengan menerjunkan petugas gabungan yang berjumlah 70 personel.

AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, penutupan jalur di pertigaan lampu merah Terminal Tanjungpura itu, berlaku untuk mengantisipasi terjadinya puncak arus mudik lebaran 1442 Hijriyah / 2021 susulan.

“Sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 03.30 WIB, sebanyak 1500 sampai 1600 pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4), diputarbalikan oleh petugas yang berjaga. Dan ini masih terus berlangsung ya,” ungkapnya.

Ribuan pemudik tersebut terus merangsek memaksa pihaknya untuk memutar balikan ribuan kendaraan pemudik dari arah Bekasi menuju arah Cikampek.

Akbp Rama juga menjelaskan bahwa hingga pukul 07.30 WIB, sebanyak 5.000 lebih pemudik diputarbalikan oleh kami di Pospam Sekat Tanjungpura Karawang ini.

Kendati sempat diguyur hujan selama beberapa saat sebelum dilakukannya penutupan akses jalan di Tanjungpura Karawang bagi para pemudik, namun tersebut tidak menyurutkan semangat untuk melaksanakan tugas penyekatan.

“Jadi sudah hampir sangat banyak kendaraan pemudik yang diputarbalikan,” ujarnya.

Jalan arteri Bekasi-Karawang yang ditutup di pertigaan Lampu Merah Tanjungpura Karawang, kata Rama, pihaknya juga terus memperluas penyekatan mudik dan tidak menutup total seluruh akses yang menuju ke Kabupaten Karawang.

“Hanya beberapa kendaraan yang dapat melintas di penyekatan mudik. Kita screening yah, sesuai dengan aturan yang bisa menunjukan surat antigen negative kemudian dengan surat pengecualian, apakah itu keluarga yang sakit, meninggal, mengantar orang hamil, maupun pekerja harus ada surat tugas dari pimpinannya, ataupun dari kepala desa setempat,” jelasnya.

Selain itu Akbp Rama menghimbau kepada masyarakat, pihaknya meminta untuk tidak mudik agar penyebaran Covid-19 dapat di atasi.

“Kepada warga untuk senantiasa mengikuti aturan ataupun edaran dari pemerintah pusat bahwa terhadap larangan mudik ini, tolong dipatuhi. Ini semua demi keselamatan kita bersama, jangan sampai keluarga yang kita sayangi di kampung halaman, tertular atau terkena Covid-19 gara-gara kita yang ingin tetap nekat mudik,” imbaunya.

Ribuan pemudik yang berasal dari berbagai wilayah di Jakarta dan Bekasi ini, terus memutar kendaraannya dengan berharap dapat lolos dalam penyekatan yang dilakukan aparat gabungan dibawah komando Polres Karawang Polda Jabar.

“Cuma di Karawang saja terjadi penyekatan. Sebelum sampai Karawang, rombongan kami melewati sejumlah pos-pos penyekatan yang ada di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Tapi disana tidak seperti di Karawang ini, petugasnya melakukan penyekatan yang ekstra ketat,” ujar salah seorang pemudik asal Jakarta yang diputarbalik di Pospam Tanjungpura Karawang, Arifin (35).

Dari hasil Pantauan di lokasi, hingga pukul 08.00 WIB, Minggu (9/5). Antrian kendaraan terjadi di Pospam Sekat Tanjungpura, Karawang.

“Diperkirakan, antrian kendaraan yang terjadi sejak dinihari hingga pagi ini, mengular sampai belasan kilometer.” pungkas Akbp Rama.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com