FOKUS

87 Anggota Narkoba Bareskrim Polri di Tes Urine Mendadak, Ini Hasilnya

JAKARTA (tandaseru.id) – Seluruh anggota Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menjalani pengecekan urine ppada Selasa (22/2) buntut adanya oknum polisi yang terjerat kasus penyalahgunaan narkotika. Hasilnya tidak ditemukan anggota yang positif mengkonsumsi narkotika.

“Kegiatan diawali dengan pengarahan Wadirtipidnarkoba tentang 100 hari program kerja Kapolri kepada para Kasubdit, Kanit dan anggota Dittipidnarkoba. Kemudian secara mendadak dilanjutkan dengan tes urine kepada seluruh personel Dittipidnarkoba,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin (22/2)

Dalam pelaksaan tes urine, Propam Mabes Polri turun tangan memberikan pendampingan dan pengawasan. Tercatat ada sebanyak puluhan anggota yang mengikuti tes urine hari ini.

“87 orang tes urine, sisanya masih di lapangan dan akan tetap dilakukan tes urine jika sudah balik ke Mabes,” beber Krisno.

Lebih jauh dia menyebut hasil pengecekan urine anggotanya tidak ada yang dinyatakan positif mengkonsumsi narkotika.

“Adapun hasil dari pelaksanaan terhadap personel Dittipidnarkoba seluruhnya negatif atau tidak ada indikasi telah terjadi penyalahgunaan narkoba,” kata Krisno.

Sekedar informasi, menindaklanjuti kasus Kapolsek serta jajaranya yang kedapatan nyabu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan instruksi yang tertuang dalam STR. Dia memerintakan jajaran Polda seluruh Indonesia untuk melakukan tes urine masal terhadap seluruh anggota polisi dengan diawasi oleh Propam.

Sebelumnya, Propam Polri mengamankan belasan anggota Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat atas dugaan penyalahgunaan narkotika pada Selasa (16/2). Dari pihak-pihak yang diamankan, terdapat pula Kapolsek Astana Anyar, Kompol Yuni.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan, jumlah anggota yang ditangkap sebanyak 12 orang.

Kasus ini terungkap berdasarkan laporan masyarakat kepada Mabes Polri. Div Propam Polri kemudian mendalami laporan tersebut dan ditemukan adanya dugaan penyalahgunaan narkotika.

“Kemudian dilakukan cek urine dan sebagainya. Sampai sekarang masih dilakukan pendalaman dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Propam Polda Jabar,” imbuhnya.

Mulanya Propam menangkap 1 anggota Polsek Astana Anyar dengan barang bukti sabu seberat 7 gram. Setelah dikembangkan, kasus ini turut menyeret belasan personel lainnya termasuk Kapolsek.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com