FOKUS

AFS Jadi Ketua Umum PBSI, Kantor BPK Banjir Karangan Bunga Ucapan Selamat

JAKARTA (tandaseru) – Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dibanjiri karangan bunga ucapan selamat atas terpilihnya Ketua BPK Dr. Agung Firman Sampurna menjadi Ketua Umum PP PBSI periode 2020-2024.

Hingga Selasa (10/11), setidaknya ada 170 karangan bunga ucapan selamat yang memenuhi berbagai sudut kantor BPK di Jl. Jenderal Gatot Subroto No. 31 Jakarta Pusat, baik dari pribadi, perusahaan swasta, BUMN, maupun instransi pemerintah.

Dengan asumsi panjang setiap karangan bunga sekitar 2 meter, berarti apabila dideretkan panjang 170 karangan bunga tersebut sedikitnya mencapai 340 meter.

Banyaknya karangan bunga ini sekaligus menunjukkan kepercayaan sekaligus harapan dan semangat untuk Agung Firman Sampurna (AFS) dalam mewujudkan kejayaan olahraga bulutangkis Indonesia.

Yang cukup menarik perhatian, ternyata salah satu karangan bunga datang dari Grup Djarum, tepatnya PB Djarum, yang sebelumnya sempat berseberangan dengan AFS saat pemilihan Ketua Umum PBSI.

Selain Grup Djarum, karangan bunga juga datang dari perusahaan besar, antara lain Bank Mandiri, Bank Sinarmas, Bank Artha Graha, Agung Sedayu Grup, Exacta Capital, Ciputra Grup, PT Berau Coal, AG Group, Bank Mayapada, Mall Off Indonesia, PT Panaoil Indonesia, Li Realty Goup, PT Mandiri Sekuritas, dan Pertamina.

AFS terpilih secara aklamasi dalam Musyawaran Nasional (Munas) XXIII/2020 PP PBSI yang dilangsungkan di Hotel JHL Gading Serpong, Tangerang Selatan, Banten, pada 5-6 November 2020. AFS menjadi menggantikan Jend. TNI (Purn) Wiranto yang telah berakhir masa jabatannya.

Dalam kata sambutannya setelah terpilih menjadi Ketua Umum PBSI, AFS menyatakan akan menjaga dan melanjutkan program-program pendahulunya Wiranto, serta akan berusaha keras untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia.

“Saya percaya PBSI dalam empat tahun terakhir telah melakukan berbagai perbaikan, menghasilkan berbagai prestasi nasional dan internasional. Kita ingin melangkah lebih jauh lagi, kita harus membuat lompatan besar, quantum leap, untuk atlet, klub dan untuk bangsa ini,” tegas pria kelahiran Madiun, 19 November 1971 ini.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait