FOKUS

Alasan Para Wanita Gugurkan Kandungan di Klinik Aborsi Ilegal, Polisi: Kebanyakan Karena Hamil Di Luar Nikah

JAKARTA (tandaseru) – Polisi membeberkan alasan para wanita mau menggugurkan kandungannya di klinik aborsi ilegal. Salah satu alasannya adalah karena mereka hamil di luar nikah.

“Memang rata-rata pelaku yang melakukan penguburan janin pertama adalah mereka hamil diluar nikah, itu rata-rata terbesar hamil diluar nikah,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/9).

Lebih jauh Yusri mengatakan alasan kedua yakni identitas pasien. Identitas pasien aborsi di klinik ilegal disebut Yusri tidak memerlukan identitas asli atau identitasnya bisa dihilangkan.

“Biasanya orang yang melakukan aborsi di klinik ilegal ada satu yang buat mereka mau, karena dia punya identitas bisa dihilangkan, tidak sesuai KTP,” ungkap Yusri.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya pada 9 September 2020 yang lalu menggerebek klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Dalam kasus ini polisi menetapkan 10 orang tersangka mulai dari pemilik klinik, dokter pembantu dokter hingga sato orang pasien aborsi di klinik itu.

Usut demi usut klinik itu sudah beraksi sekitar tiga tahun lamanya. Dalam aksinya, klinik itu memilih-milih pasiennya dan maksimal janin bayi berusia 14 Minggu untuk diaborsi di klinik ini.

Selama beroperasi sekitar tiga tahun, sebanyak 32 ribu lebih janin berhasil diaborsi dari klinik ini. Keuntungan dari klinik ini selama beroperasi disebut polisi mencapai Rp10 miliar.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait