FOKUS

Anak Nia Daniaty Batal Diperiksa karena Sakit, Minta Jadwal Ulang Pekan Depan

JAKARTA (tandaseru.id) – Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya batal memeriksa anak Nia Daniaty, Olivia Nathania soal kasus dugaan penipuan perekrutan CPNS karena tengah sakit.

Sedianya, Oliv kembali akan diperiksa penyidik pada Kamis (14/10) karena ada beberapa pertanyaan yang belum ditanyakan penyidik pada pemeriksaan Senin (11/10) lalu.

“Nggak hadir karena kondisi kesehatan. Kurang sehat,” kata Kuasa hukum Olivia, Susanti Agustina saat dihubungi, Kamis (14/10).

Susanti menyebut pihaknya sudah meminta kepada penyidik untuk mengagendakan ulang jadwal pemeriksaan terhadap kliennya itu pada Senin (18/10) pekan depan.

“Minta dijadwalkan lagi hari Senin,” singkatnya.

Diketahui, Olivia dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Jumat (24/9) lalu. Dia dilaporkan atas kasus dugaan penipuan bermodus rekruitment CPNS.

Kuasa hukum pelapor, Odie Hodianto menyebut ada 225 orang yang menjadi korban penipuan Olivia dan Raf. Total kerugian dari kasus penipuan ini disebutnya mencapai angka Rp9,7 miliar.

“Ini ada 225 orang ditipu dengan jumlah kerugian ditaksir mencapai R9,7 miliar lebih,” kata Odie di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/9).

Menurut Odie, Olive dan suaminya awalnya menawarkan jabatan PNS kepada korban dengan tarif Rp25 hingga Rp156 juta. Namun, setelah uang ditransfer Olivia dan Raf tak kunjung memenuhi janjinya.

Beberapa korban sempat menemui Raf di kantornya untuk menagih. Ketika itu, kata Odie, Raf berjanji kepada korban untuk membayar ganti rugi.

“Maka dari itu kami memutuskan untuk melaporkan ke Mapolda Metro Jaya agar tak ada lagi korban penipuan,” ujar Odie.

Laporan ini telah teregistrasi dengan Nomor: LP/B/4728/IX/SPKT/POLDA METRO JAYA, tertanggal 23 September 2021. Olivia dan Raf dipersangkakan dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 dan atau Pasal 263 KUHP.

Belakangan salah satu korban bernama Fulan mengaku sempat menjalani tes CPNS di Gedung Bidakara. Ketika itu, dia dites oleh seseorang yang mengaku sebagai panitia dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Waktu di Bidakara dites sama yang ngaku panitia dari BKN, saya dites enggak, enggak dites sama sekali. Saya cuma ditanya kamu punya keahlian bidang apa kenalin diri kamu dulu. Lalu saya bilang saya bisa di UMKM,” kata Fulan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (1/10) lalu.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com