FOKUS

Apple dan Google Kerja Sama Resmikan Aplikasi Pelacak Covid-19

JAKARTA (tandaseru) – Apple dan Google tengah kerja sama dalam mengembangkan sistem pelacak Covid-19 beberapa waktu lalu.

Teknologi pelacakan Covid-19 bertujuan untuk memperlambat penyebaran Covid-19 dengan menggunakan API dan Bluetooth untuk membantu pemerintah dan badan-badan kesehatan, namun tetap mengutamakan privasi dan keamanannya.

Sejumlah otoritas kesehatan publik, universitas, dan lembaga non pemerintah terkemuka di seluruh dunia telah melakukan pekerjaan penting untuk mengembangkan teknologi pelacakan kontak.

“Untuk melanjutkannya, Apple dan Google akan meluncurkan solusi komprehensif yang mencakup Application Programming Interfaces (API), dan teknologi setingkat sistem operasi untuk membantu menghadirkan pelacakan kontak,” tulis kedua perusahaan dalam keterangan resmi.

Ada dua tahap dalam mengimplementasikan pelacakan Covid-19, yakni pertama dengan pembaruan API yang memungkinkan interoperabilitas antara perangkat Android dan iOS menggunakan aplikasi-aplikasi dari otoritas kesehatan publik.

Aplikasi-aplikasi resmi tersebut dapat Anda unduh oleh pengguna melalui toko aplikasi masing-masing pada Mei ini. Apple bahkan telah menggulirkan dukungan API Exposure Notification di pembaruan iOS 13.5.

Saat ini sudah ada 23 negara yang kabarnya tertarik menggunakan software buatan Apple dan Google. Selain AS, Jerman rencananya juga akan menggunakan teknologi Exposure Notification untuk membuat peta.

Bahkan kedua perusahaan teknologi ini sesumbar bahwa mereka tidak menggunakan GPS untuk melacak pasien Covid-19 dan lebih mengutamakan perlindungan privasi pengguna.

Sementara, tahap kedua Apple dan Google akan bekerja mengaktifkan platform pelacakan kontak berbasis Bluetooth Low Energy (BLE) yang tidak menguras baterai smartphone saat diaktifkan yang akan dihadirkan dalam beberapa bulan mendatang.

“Ini adalah solusi lebih kuat daripada API, dan akan membuat lebih banyak orang berpartisipasi jika mereka memilih ikut serta, dan memungkinkan interaksi dengan ekosistem lebih luas dari berbagai aplikasi dan otoritas kesehatan pemerintah,” tutur kedua perusahaan.

Tak hanya itu, kedua rakasa teknologi itu berkomitmen bahwa privasi, transparansi dan persetujuan adalah hal paling penting dalam upaya ini.

Untuk mengumpulkan data, ada tiga kunci yang digunakan, yakni tracing key, daily tracing key (pelacak harian), dan rolling proximity identifier (pengidentifikasi kedekatan).

Software ini akan melacak pengguna yang kemungkinan pernah berkontak atau bersinggungan dengan pasien positif Covid-19.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait