FOKUS

AS Rusuh Lagi, Wali Kota Portland Ditembaki Gas Air Mata

PORTLAND (tandaseru) – Kerusuhan terjadi di Kota Portland, Oregon, Amerika Serikat, pada Kamis (23/7) pagi waktu setempat. Insiden itu mengakibatkan Wali Kota, Ted Wheeler kena tembak gas air mata.

Peristiwa itu disampaikan oleh seorang jurnalis New York Times yang diunggah lewat media sosial Twitter. Dalam unggahan video itu, Wheeler mengenakan kacamata dan masker di tengah kerumunan massa.

Wali Kota Portland itu nampak memegangi hidung dan menutupi matanya yang terasa pedih akibat gas air mata yang diarahkan ke dirinya.

“Menyengat. Susah bernapas. Jujur saya beritahu Anda 100 persen, saya tidak tahu apa pun yang memicu tanggapan ini,” ujar Wheeler yang dilansir dari New York Times.

“Ini adalah reaksi berlebihan yang mengerikan dari polisi federal,” imbuh wali kota dari partai Demokrat itu.

Dilansir dari CNN, belum diketahui siapa yang menembakkan gas air mata dan mengarahkannya ke wali kota. Polisi Portland mengatakan, mereka tidak menembakkan gas air mata yang biasa digunakan.

Sebelumnya, Wheeler menyerukan penarikan pasukan federal dari Portland, menuduh mereka memperkeruh situasi dengan perlakuan kasar dan tidak konstitusional terhadap para demonstran.

Dia bergabung dengan massa untuk mendengarkan aspirasi demonstran.Para demonstrasi menuntut kebrutalan polisi dan pengerahan pasukan federal ke kota-kota AS yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump.

Tak hanya itu, massa juga mengeluhkan kerasnya penanganan demo dari para polisi federal, yang menyamar di tengah para demonstran.

Sementara itu, Trump menjelaskan bahwa polisi federal dikerahkan ke Oregon untuk melindungi properti federal. Namun, massa dan pemimpin setempat sangat menentang kehadiran polisi tersebut.

Demonstrasi ini telah berlangsung selama lebih dari 50 hari dalam rangkaian aksi protes pembunuhan George Floyd pada Mei lalu, dan banyak di antaranya berlangsung damai.

Kini, Kota Portland, Oregon, menjadi titik baru demonstrasi solidaritas kulit hitam di AS sejak 11 Juli lalu. Aksi protes mengecam rasisme di sebagian besar wilayah AS mulai mereda pada awal Juli.

Sayangnya, muncul laporan adanya penangkapan kembali demonstran di Portland yang dilakukan oleh petugas federal, sehingga menyebabkan demonstrasi kembali meningkat di kota itu.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait