FOKUS

Atur ASN di Medsos, Kemkominfo: Sudah Disumpah Untuk Setia

Tandaseru – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengatakan hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam bermedia sosial oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dinilai tidak berlebihan.

Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika), Samuel Abrijani Pangarepan mengatakan poin larangan “tanggapan atau dukungan sebagai tanda pendapat dengan memberikan likes, dislike, love, retweet atau comment di media sosial (medsos)” tidak berlebihan.

Menurutnya, ASN sudah disumpah untuk setia kepada negara dan sepatutya tunduk pada peraturan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Aparatur Sipil Negara (ASN) itu di sumpah, saya itu di sumpah untuk setia kepada negara, kepada Pancasila, kepada UUD, kalau ASN tidak setia lagi ya tidak bisa,” kata Semuel kepada wartawan di Hotel Merlynn Park, Jakarta, Rabu (13/11).

Atas dasar sumpah tersebut, kata Samuel, bukan hal berlebihan jika pemerintah meminta mereka untuk menjaga sikap di internet, termasuk media sosial.

“Kalau sudah disumpah, jangan mengkhianati. Saya disumpah untuk setia kepada Pancasila dan UUD. Jadi kalau (peraturan) ini, ya tidak berlebihan itu,” tuturnya.

Sebelumnya , Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johny G Plate besama 11 Kementerian/Lembaga (K/L) pemerintahan Joko Widodo meluncurkan portal aduan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Situs ini dapat digunaka masyarakat untuk melaporkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyebarluaskan konten radikalisme, seperti sikap intoleran, anti-pancasila, anti-NKRI, dan menyebabkan disintegrasi bangsa.

Kebijakan tersebut dinilai sejumlah orang berlebihan, lantaran dapat membatasi kebebasan berekspresi di dunia maya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait