FOKUS

Banjir ‘Istimewa’ di Awal Tahun

Sebagian warga harus menjalani hari pertama di tahun 2020 dengan sangat menyakitkan. Hujan yang turun selama kurang lebih 14 jam tidak mampu di antisipasi dengan baik, sehingga menyebabkan banjir yang cukup besar dan merata di banyak wilayah di pulau Jawa.

Dalam waktu kurang dari 12 jam sejak pukul 00.00 wib, semesta dan jagad media sosial bergetar hebat. Sebut saja Twitter, Facebook, Instagram hingga Whatsapp langsung banjir komentar dari para netizen – baik yang rumahnya mengalami kebanjiran secara langsung, tidak langsung atau bahkan tidak ada hubungan sama sekali dengan banjir yang sedang terjadi.

Ternyata banjir kali ini sangat berbeda dengan banjir yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Apa yang berbeda? Banjir kali ini telah keluar dari sifat alamiahnya, ia telah menjadi sebuah energi yang menular ke wilayah non fisik. Seperti bisa kita lihat saat ini banyak terjadi banjir tagar, banjir meme, banjir makian, banjir ledekan, banjir sindiran serta banjir-banjir lainnya.

Saya kemudian teringat dengan banjir lain yang tidak kalah seru.

Di masa SMA dulu, datanglah seorang guru bahasa yang baru. Beliau memasuki kelas kami sambil memberi salam, memperkenalkan diri kemudian berkeliling ke setiap sudut kelas. Mendadak Ibu Guru tadi berhenti persis satu bangku dari deretan paling belakang kelas.

Dengan lantang beliau berkata: “Ooh jadi kamu anak bandel yang suka dibicarakan di ruang guru?”

Siswa yang dimaksud hanya diam. Namun mendadak keluar suara kentut yang memecah keheningan kelas: “Brebeeeiiiitttt….”. Saat itu juga, Ibu Guru tersebut menangis bercampur marah dan malu, dan yang sulit saya lupakan suasana kelas kami langsung pecah dengan banjir tawa seluruh siswa.

Salah satu klien konseling lama pamer kepada suaminya. Di tengah diskusi, pasangan ini teringat saat awal mereka menikah dulu. Istri berkata tajam: ” Pah,.. Aku bukannya sombong yah… dulu sebelum aku menikah dengan kamu, aku tuh banjir lamaran dari banyak pemuda tapi semua aku tolak, kecuali kamu,..”

Suaminya membalas dengan lembut: ” Mah… Aku juga bukan sombong nih… dulu sebelum aku menikah dengan kamu, sudah banyak wanita yang kulamar tapi aku banjir tolakan, kecuali kamu,..!”

Dulu kami pernah memiliki seorang pengemudi yang jujur dan ndeso. Suatu hari pengemudi tersebut berkomentar yang agak legendaris.

Pengemudi: “Pak, saya barusan lihat ada banjir diskon harga pakaian!!!” Kebaya Rp8.000, Daster Rp5000, Kemeja Rp.7500, Dan Setelan Safari hanya Rp14.000, coba lihat murah kan Pak?? Di kampung saya aja lebih mahal dari itu Pak”

Saya: “Oh hiya, kamu lihat dimana Mas?”

Pengemudi: “Di toko baru sebelah kiri lampu merah itu Pak!” Jawabnya dengan semangat sampai banjir air liur.

Saya: “Itu bukan banjir diskon pakaian Maaass… !!! Itu namanya Laundry!!

Kami sekeluarga gemar menonton film di bioskop. Seperti tradisi para penonton film yang lain, kami juga selalu memesan minum dan snacks sebelum film dimulai. Kali ini anak saya yang bungsu, melangkah tegap paling depan untuk memesan di counter makanan.

Anak: “Mbak pesan air mineral tiga dan popcorn asin dua ya”

Mbak petugas: “Popcornnya ekstra butter?”

Anak: “Iya Mbak ekstra butter”

Mbak petugas: “Popcorn asin dua, banjiiirrrr… “ teriaknya ke rekan petugas yang lain

Saat itu saya sedang menunggu pesanan dari pedagang nasi goreng pinggir jalan.  Baru saja dapat tempat duduk, datanglah sepasang kekasih yang memesan nasi goreng.

Pria: “Bang pesan nasi goreng dua. Yang satu pedas, tapi yang satu jangan pedas. Kalo yang pedas nasinya sedikit saja. Yang tidak pedas, nasinya agak banyak. Yang nasinya banyak, pake kol tapi jangan terlalu banyak.”

Pedagang nasi goreng menjawab santai: “OK minumnya apa?”

Pria: “Teh tawar dua. Oh iya yang nasinya sedikit, pake kol agak banyak. Yang kolnya sedikit, pake telor mata sapi. Yang kolnya banyak, pake telor dadar aja. Terus yang pedas, ayamnya pake tulang ya bang, dan yang nasinya banyak, gak usah pake tulang, tapi kulit ayamnya kasih banyak. Yang pake telor mata sapi, jangan pake kerupuk. Terus yang pedas pake kerupuk. Satu lagi Mas, jangan lama-lama ya…”

Abang pedagang nasi goreng kemudian berbisik sambil senyum nyengir kepada saya: “Sebentar lagi mereka berdua bakal banjir air mata kepedesan”

Banjir di awal tahun ini memang sedikit istimewa. Setelah sepanjang tahun lalu kehidupan kita, keluarga dan sahabat telah banjir dengan rejeki, banjir kesehatan dan banjir keselamatan.

Marilah kita bersama-sama untuk merendahkan hati serta batin kita, semoga di hari esok dan seterusnya selalu banjir dengan doa, banjir perlindungan serta banjir keberkahan atasNya… Aamiin

 

Penulis buku Membangun SDM Indonesia Emas dan Tenang Aja

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait