FOKUS

Banjir Genangi 2 Desa di Tanggulangin Sidoarjo, Warga Keluhkan Aktivitas Lapindo

SIDOARJO (tandaseru) – Warga Desa Banjar Asri dan Desa Kedung Banteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, tidak bisa beraktivitas normal dalam sebulan terakhir akibat banjir di dua desa itu.

Tidak hanya rumah warga yang tergenang air, dua sekolah di Desa Kedung Banteng juga mengalami hal sama, yakni SMP Negeri 2 dan SDN Kedung Banteng.

“Air yang masuk rumah warga bervariasi, ada yang 10 cm dan ada juga yang lebih tinggi dari itu. Akibatnya, warga sangat sulit melakukan aktivitas sehari-hari,” kata Narsih, warga Desa Kedung Banteng, Rabu (12/2).

Warga di desa itu umumnya bekerja sebagai petani padi dan tambak, tetapi sawah dan tambak ikan mereka terendam banjir. “Kami tidak tahu bagaimana lagi, banjir sudah sebulan lebih seperti ini,” ujarnya.

Hal senada dilontarkan Pardi, warga Kedung Banteng lainnya. Dia juga mengaku kesulitan bekerja di sawah yang saat ini masih digenangi banjir. “Baru kali ini terjadi seperti ini, saya sejak kecil hingga setua ini baru kali ini banjir,” ungkapnya.

Menurut dia, Sungai Kedung Banteng tidak pernah dikeruk, ditambah adanya aktivitas Lapindo yang melakukan pengurukan untuk pengeboran gas di desa itu. “Akhirnya sungai buntu, airnya tidak bisa mengalir yang kemudian masuk ke semua perkampungan dan sekolahan,” katanya kesal.

Banjir yang menggenangi selama satu bulan lebih di dua desa itu disikapi pihak BPBD Sidoarjo dengan menurunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran.

Mereka melakukan menyedotan air yang menggenangi SMPN 2 dan pemukiman warga. “Kami berusaha mengurangi debit air dengan menggunakan mobil pemadam, kemudian air dibuang ke Penatar Sewu di Tanggulangin,” kata Kepala BPBD Sidoarjo Dwijo saat meninjau lokasi banjir di Desa Kedung Banteng.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait