FOKUS

Banjir Kembali Genangi Warga Ketapang di Beberapa Titik hingga 1,5 Meter

JAKARTA (tandaseru) – Hujan yang turun dengan intensitas sedang hingga tinggi menyebabkan banjir tak kunjung surut. BPBD Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, memantau hujan yang turun malam ini hingga mengakibatkan tinggi muka air di beberapa titik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi terjadi Jumat malam (25/9) sekitar pukul 19.30 WIB. Banjir masih bertahan dan terjadi kenaikan di beberapa titik lokasi dengan tinggi genangan 40 hingga 150 cm. Di sisi lain, genangan di Desa Simpang Dua dilaporkan sudah surut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menyebutkan banjir di kawasan ini pertama kali dilaporkan BPBD Kabupaten Ketapang pada Senin lalu (21/9), saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi dini hari.

Data sementara per Jumat (25/9), sebanyak 2.076 KK terdampak. Mereka tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Sungai Laur (16 desa terdampak), Simpang Dua (4 desa) dan Balai Bekuak (4 desa). Warga yang melakukan evakuasi dan mengungsi di rumah sanak saudara maupun tetangga masih dalam pendataan tim reaksi cepat (TRC) BPBD setempat.

Di samping itu, kerugian materiil mencakup 2.076 rumah terendam, 1 rumah hanyut dan 1 jembatan putus.

Penanganan darurat telah dilakukan pemerintah daerah dengan melakukan evakuasi dan distribusi bantuan logistik, seperti beras. Tim di lapangan juga terus melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan dinas terkait lain untuk pelaksanaan tanggap darurat. Selama penanganan darurat BPBD mengalami kendala dalam berkomunikasi serta akses untuk mencapai titik lokasi. Hal tersebut dikarenakan jalan tergenang dan juga jembatan putus.

Masyarakat terus diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan peringatan dini cuaca yang menyebutkan Kalimantan Barat sebagai salah satu kawasan dengan potensi hujan lebat dan dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang hingga esok hari (26/9).

Sedangkan analisis InaRISK mengidentifikasikan wilayah ini memang memiliki potensi banjir dengan kelas bahaya sedang hingga tinggi dengan cakupan luas hingga lebih dari 800 ribu hektar. Dilihat dari sisi risiko, sekitar 270 ribu populasi di 20 kecamatan merupakan penduduk terpapar terhadap potensi bahaya banjir tersebut.

BNPB berharap pemerintah daerah dapat sigap dan tepat dalam melakukan upaya penanganan darurat dengan mengikuti protokol kesehatan. Hal tersebut wajib dilakukan mengingat pandemi Covid-19 masih terjadi.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait