FOKUS

Banjir Rendam 9 Desa dan 1 Kelurahan di Kota Waringin Kalimantan Tengah

JAKARTA (tandaseru.id) – Banjir melanda 9 desa dan 1 kelurahan serta merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menuebutkan Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Selasa (24/8) mencatat sebanyak 255 kk atau 560 jiwa terdampak. 3 kk diantaranya harus mengungsi ke rumah kerabat.

Kerugian materil tercatat sebanyak 255 unit rumah terendam, 4 unit fasilitas pendidikan terdampak, 3 unit tempat ibadah terdampak, 1 unit jembatan terdampak, dan jalan desa sepanjang 50 m tergenang.

“Tinggi Mata Air saat kejadian dilaporkan berkisar antara 50 hingga 150 sentimeter,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (25/8).

Pantauan BPBD di lapangan hingga sore hari ini, air masih terus mengalami kenaikan secara bertahap di beberapa desa diantaranya Desa Sambi, Desa Pandau, Desa Panahan, Desa Riam, Desa Gandis, dan Desa Kerabi. Tinggi kenaikan air bervariasi mulai dari 25 hingga 100 cm.

BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat telah berkoordinasi dengan OPD terkait, TNI/Polri, aparat desa, dan juga masyarakat untuk melakukan proses evakuasi.

Akses jalan yang tergenang air mengakibatkan kendaraan untuk melakukan evakuasi terhambat. Jaringan telekomunikasi yang terputus juga lokasi antar desa terdampak yang cukup jauh menambah sulitnya proses evakuasi.

Pihak BPBD juga terus melakukan monitoring dan pendataan lokasi terdampak untuk menentukan penanganan yang perlu dilakukan.

BPBD setempat telah memberikan bantuan darurat awal berupa paket beras masing-masing 5 kg kepada warga terdampak di Desa Sambi. Pemantauan terhadap kesehatan warga juga terus dilakukan oleh pihak kecamatan untuk mencegah adanya penyebaran COVID-19.

Kalaksa BPBD Kotawaringin Barat, Syahruni, dalam laporannya mengimbau kepada masyarakat untuk waspada akan adanya potensi banjir susulan.

“Banjir susulan masih dapat terjadi, karena prediksi cuaca hingga beberapa hari kedepan masih akan terjadi hujan lebat hingga sedang di wilayah Kecamatan Arut Utara” imbau Syahruni dalam laporannya, Selasa (24/8).

BMKG sebelumnya juga telah mengeluarkan peringatan dini pada Sabtu (21/8), terkait adanya potensi dampak hujan sedang hingga lebat di wilayah Kalimantan Tengah dengan status ‘Waspada’.

BNPB terus mengimbau kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sebagai upaya pengurangan risiko bencana secara optimal. Masyarakat juga diminta waspada akan adanya potensi banjir susulan.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com