FOKUS

Bareskrim Periksa Petinggi KAMI Ahmad Yani soal Demo Omnibus Law Jumat 23 Oktober

JAKARTA (tandaseru) – Penyidik Bareskrim Polri berencana memeriksa Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Ahmad Yani untuk sebagai saksi dalam kasus ujaran kebencian dan penghasutan soal demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Pemeriksaan itu sekaligus sebagai saksi perkembangan kasus yang menjerat sejumlah petinggi KAMI. Rencananya, pemeriksaan itu dilakukan pada Jumat (23/10).

“Jadi pada intinya kemarin siber sudah menyiapkan pemanggilan rencananya hari Jumat besok itu, nanti kita lihat,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (22/10).

Sementara itu, Awi mengaku tidak tahu ihwal adanya surat penangkapan terhadap Ahamd Yani. Dia berdalih hanya mengetahui adanya rencana pemanggilan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dari penyidik.

“Oh kami tidak tahu kalau itu (surat penangkapan), yang kami tahu tiga hari yang lalu penyidik sudah menyiapkan surat penggilan untuk hari Jumat besok,” katanya.

Presidium KAMI Gatot Nurmantyo sebelumnya mengungkapkan adanya upaya penangkapan terhadap Ahmad Yani. Peristiwa upaya penangkapan oleh penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri itu terjadi pada Senin (19/10) malam.

Gatot menyebutkan, setidaknya ada 20 anggota polisi yang datang untuk melakukan penangkapan terhadap Ahmad Yani. Namun, upaya tersebut gagal.

“Tadi malam, eksekutif komite dr. Yani sekitar pukul 19.30 di Kramat Raya didatengin kurang lebih 20 orang, akan ditangkap,” jelas Gatot dalam acara Indonesia Lawyers Club di TV One Rabu (21/10).

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait