FOKUS

Bareskrim Polri Periksa Sejumlah Pengawas Cleaning Service Terkait Kebakaran Kejagung RI

JAKARTA (tandaseru) – Penyidik Bareskrim Polri memeriksa sejumlah pengawas cleaning service terkait kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI pada Senin (9/11). Hal ini sebagai bentuk tindak lanjut penyidikan kasus tersebut.

“Hari Senin 9 November 2020 tim penyidik gabungan memeriksa saksi-saksi,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo kepada wartawan, Senin (9/11).

Pihak cleaning service yang diperiksa antara lain Konsultan Pengawas Cleaning Service berinisial JA, AR selaku Pengawas Cleaning Service dan pembeli minyak Lobi.

Selanjutnya AS selaku Pengawas Cleaning Service, dan HS. Selain itu, lanjut Ferdy, tim penyidik gabungan juga melakukan analisa dan evaluasi perkembangan penyidikan hari ini.

“HS merupakan Pengawas Cleaning Service dan orang kepercayaan MAI. Laki-laki peminjam bendera PT APM,” ucapnya.

Diketahui, tim penyidik gabungan Bareskrim telah menetapkan delapan orang tersangka kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan yakni lima orang tukang inisial T, H, S, K, dan IS. Kemudian, seorang mandor inisial UAN.

Selain itu, satu orang vendor PT ARM selaku perusahaan produsen cairan pembersih Top Cleaner inisial R, dan satu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) inisial NH.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP dengan ancaman paling lama lima tahun penjara.

Sementara itu, penyebab terjadinya kebakaran karena lima orang tukang telah lalai merokok di ruang Aula Biro Kepegawaian lantai 6. Saat itu, mereka lagi mengerjakan perbaikan ruangan tapi sambil merokok. Padahal, ada bahan-bahan yang mudah terbakar seperti lem, tinner, kertas, karpet, dan lainnya.

 

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com