FOKUS

Bareskrim Ungkap Hasutan di WaG KAMI Medan yang Menjadi Dasar Penangkapan, Isinya Ngeri

JAKARTA (tandaseru) – Sejauh ini, polisi telah menetapkan 9 orang tersangka dalam kasus ujaran kebencian dan penghasutan soal UU Omnibus Law Cipta Kerja. Dari total itu, empat orang tersangka merupakan anggota Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Medan.

Terkait itu, Bareskrim Polri mengungkapkan isi percakapan anggota KAMI Medan, Sumatera Utara di Whatsapp Grup (WaG) bernama KAMI Medan. Percakapan itu berisikan hasutan soal aksi tolak UU Omnibus Law hingga berujung anarkis.

“Dari empat tersangka ini yang pertama KA ini dia perannya adalah sebagai admin WAG (WhatsApp Grup) Medan KAMI,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/10).

Argo mengemukakan salah satu pernyataan tersangka Kahiri Amri yang dinilai mengandung unsur ujaran kebencian dan penghasutan ialah menyebut Gedung DPR RI sebagai kantor sarang maling dan setan. Selain itu, Khairi Amri juga disebut turut melakukan provokasi untuk melakukan penyerangan terhadap Gedung DPRD Sumatera Utara dan Polisi.

“Kemudian juga ada tulisannya kalian jangan takut dan jangan mundur. Ada di WAG ini yang kita jadikan barang bukti,” ujar Argo.

Selain itu, Argo mengungkapkan peran dari tersangka Juliana alias JG. Dalam percakapan di dalam WhatsApp Grup KAMI Medan, Argo menyebut bahwa Juliana melakukan penghasutan untuk menciptakan kerusuhan pada demo menolak Undang-Undang Omnibus Law -Cipta Kerja seperti tragedi 98.

“JG ini di dalam WA group tadi menyampaikan ‘batu kena satu orang, bom molotov bisa kebakar 10 orang, dan bensin bisa berceceran’ dan sebagainya di sana. Kemudian ada juga menyampaikannya ‘buat skenario seperti 98, penjarahan toko China dan rumah-rumahnya’. Kemudian ‘preman diikutkan untuk menjarah’,” beber Argo.

Menurut Argo, dari tangan tersangka Juliana pihaknya juga turut mengamankan barang bukti berupa bom molotov.

“Kata-katanya seperti itu, makanya kita mendapatkan bom molotov-nya ini,” ucap Argo seraya menunjuk foto barang bukti bom mmotolov.

Setelah itu, untuk tersangka NZ juga melakukan penghasutan soal kewajiban membawa bom molotov.

Setelah itu, untuk tersangka NZ juga melakukan penghasutan dengan menyebut pemerintah akan perang dengan dengan China. Terakhir, untuk tersangka WRP menghasut soal kewajiban membawa bom molotov.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com