FOKUS

Beda Penanganan Kasus Dugaan Pelanggaran Prokes Antara Raffi Ahmad dan Habib Rizieq, Ini Kata Polisi

JAKARTA (tandaseru.id) – Netizen ramai terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan (prokes) antara pesta ulang tahun yang dihadiri artis Raffi Ahmad dengan kasus yang menyeret eks Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

Pasalnya foto yang viral yang memperlihatkan sejumlah artis yang tidak menggunakan masker saat pesta itu disebut tidak melanggar prokes. Sedangkan, kasus yang menjerat Habib Rizieq sampai menyeret ke tahanan.

Terkait itu, polisi menyebut tidak relevan membandingkan kedua kasus itu. Hal tersebut lantaran adanya perbedaan lokasi dan jumlah massa dari dua kasus tersebut.

“Ya beda kan yang satu kerumunan banget yang satu di rumah, dari jumlah massa saja udah beda. Jangan dibandingkan nggak equal lah itu,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat saat dihubungi wartawan, Rabu (20/1)

Tubagus menyebut kasus kerumunan HRS dihadiri oleh massa dalam jumlah banyak dan kasus pesta dihadiri Raffi Ahmad hanya belasan orang. Lebih jauh belasan orang itu tidak diundang oleh pemilik rumah.

“Coba saja dilihat bagaimana kejadiannya, bagaiamana ceritanya, bagaiamana rangkaian segitu banyaknya orang dan ini berapa belas orang, masa sih harus disamakan,” beber Tubagus.

Tubagus enggan berkomentar lebih banyak prihal kasus itu. Sebab, dia menyebut kasus itu ditangani oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

“Coba kalau masalah itunya detilnya ditanya ke Selatan saja. Besok rencananya gelar perkara,” kata Tubagus.

Sekedar informasi, Raffi Ahmad menjadi salah satu publik figur yang perdana diberikan vaksinasi virus corona di Istana Negara. Usai menerima vaksin, Raffi diketahui ikut dalam sebuah pesta disebuah rumah di kawasan Jakarta Selatan.

Pesta itu pun kemudian disorot banyak pihak karena dinilai melanggar protokol kesehatan. Raffi Ahmad sendiri juga sudah menyampaikan permintaan maafnya.

Polda Metro Jaya sendiri menyebut kasus itu tidak memenuhi unsur Pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantina kesehatan lantaran acara itu menjalankan protokol kesehatan dan hanya diisi oleh 18 orang tampa adanya pemberian undangan. Meski begitu untuk memberikan kepastian hukum terhadap kasus ini, pihak kepolisian bakal melakukan gelar perkara dalam kasus ini.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com