FOKUS

Begini Cerita Pelaku, Detik-detik Malam Pembunuhan Office Boy Kampus AKRB

BANTUL (tandaseru) – Meskipun sudah lima tahun ternyata linggis dan obeng yang digunakan untuk membunuh penjaga malam sekaligus office boy kampus AKRB bernama Witarno masih dibawa oleh pelaku.

“Sehari-hari, pelaku ada pengelola usaha barang bekas,” terang Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudi Satria, Jumat (4/9).

Saat ini Polisi telah mengamankan seorang pelaku pembunuhan yang terjadil pada 30 November 2015 lalu. Pelaku kini sudah diamankan polisi di Mapolres Bantul untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku akan dikenakan pasal 339 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 20 tahun. Kemudian pelaku juga diancam dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun.

Di hadapan polisi, tersangka mengatakan sebelum kejadian, sekira pukul 02.00 WIB, ia berjalan dari rumah menuju Kampus AKRB yang berjarak sekitar 2 Km.

Kemudian tersangka melompat pagar dan menjebol tembok yang terbuat dari Kalsibot. Setelah tembok tersebut jebol kemudian tersangka masuk ke ruangan dapur Kampus AKRB dan mencongkel pintu dapur menggunakan linggis dan obeng.

“Saya lihat ada kamera CCTV yang kemudian saya ditutup dengan menggunakan plastik warna hitam,”terangnya.

Setelah itu, pelaku menuju ke ruang Studio dan mencongkel pintu lagi. Namun naas, pada saat ia keluar ruang Studio Tersangka dipergoki oleh penjaga malam Kampus AKRB yaitu korban Witarno.

Karena kaget, ia langsung memukul korban menggunakan linggis sebanyak 3 kali mengenai dahi, kening dan pipi hingga tidak bergerak.

Setelah itu ia menuju ke ruang bendahara dan mencongkel laci namun tidak ditemukan barang berharga. Kemudian tersangka pulang melalui pintu yang sudah dijebol sebelumnya. Tersangka juga mengakui melakukan pencurian di SMA Muhammadiya Banguntapan, Bantul pada tahun 2012 dengan mendapatkan hasil uang sebesar Rp23 juta dengan modus operandi memanjat tembok.

Selain itu, tersangka juga mengakui telah melakukan pencurian pada tahun 2017 di SMA Ull Banguntapan, Bantul endapatkan hasil uang Rp50 juta dengan modus operandi memanjat tembok.  Bahkan, tersangka juga telah mengakui melakukan pencurian di SMA Depok, Sleman bersama DIDIK dengan modus operandi memanjat tembok.

“Untuk kasus di Depok, saya telah menjalani proses hukum di Polres Sleman, dengan vonis selama 1 (satu) tahun penjara,”terangnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com