FOKUS

Begini Kronologi Perkelahian Antar Geng Copet di Jakbar, Korban Tewas Ditikam

JAKARTA (tandaseru) – Polisi membeberkan kronologi aksi pengeroyokan antar anggota geng copet di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat yang menyebabkan korban berinisial M (40) tewas usai ditikam menggunakan pisau.

Peristiwa itu bermula dari korban menuduh tersangka ER menjelek-jelekan korban di depan rekan-rekannya. Korban juga kesal lantaran ER sudah jarang memberikan uang untuknya.

“Karena jengkel, korban mendatangi tersangka ER di kos-kosannya sambil membawa sebuah besi dan menyelipkan sebilah obeng di sakunya,” kata Kapolsek Metro Taman Sari AKBP Abdul Gofur dalam konferensi pers yang disiarkan di Instagram @polres_jakbar, Senin (21/9/2020)

Korban yang kesal lalu mengajak ER untuk berkelahi. Sesaat sebelumnya korban lebih dulu mengubungi rekan-rekannya.

Tersangka DP pun tiba-tiba datang menggunakan sepeda motor dan berhenti dibelakang korban. ER sontak masuk ke dalam kamar kosnya dan mengambil sebuah besi dan sebilah pisau dan kembali keluar untuk menyerang korban.

“Korban diserang dengan melemparkan besi ke arah tangan korban hingga besi yang dipegang korban terjatuh,” ungkap Gofur.

Melihat kelengahan korban, ER langsung menyerang korban dengan cara menusuk pisau ke arah korban secara bertubi-tubi. Tersangka DP pun yang awalnya berada di atas motor kemudian turun dan ikut memukul korban menggunakan besi yang sempat dilemparkan oleh ER.

Setelah melihat korban tidak berdaya kedua tersangka itu meninggalkan korban menggunakan sepeda motor yang digunakan oleh tersangka DP. Korban pun dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak dapat terselamatkan.

Dalam kesempatan yang sama, Kanit Reskrim Polsek Metro Taman Sari AKP Lalu Mesti mengatakan setelah mendengar informasi itu pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka ER dan masih memburu tersangka DP. Dia membenarkan jika kedua tersangka dan korban berprofesi sebagai copet.

“Korban dan kedua tersangka sama-sama saling kenal dan menjalani profesi yang sama yaitu melakukan aksi pencopetan di dalam busway. Tersangka DP ikut melakukan kekerasan karena rasa solidaritas dengan ER yang tinggal bersama-sama dalam satu kamar kosan,” kata Lalu.

Atas perbuatanya, para tersangka dikenakan Pasal 170 ayat (2) ke-3E Junto Pasal 89 KUHP. Tersangka terancam ya di atas lima tahun penjara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait