FOKUS

Belajar Hukum dan Budaya Indonesia, Peserta New Colombo Plan Australia Pilih FH UPH

JAKARTA (tandaseru) – Sebagai negara tetangga terdekat dan terpenting bagi Australia, Indonesia telah menjadi negara tujuan utama untuk mahasiswa penerima program New Colombo Plan (NCP). Di Indonesia, mereka berkesempatan untuk belajar di universitas pilihan.

Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (UPH) menjadi pilihan bagi mahasiswa dari Murdoch University dan Victoria University Australia untuk belajar tentang sistem hukum dan kebudayaan di Indonesia. Ini merupakan kali kedua dilakukan di FH UPH, dan kali ini berlangsung pada 20 Januari-6 Februari 2020.

“Pemerintah Australia punya program yang disebut sebagai New Colombo Plan. Program ini memberikan sejumlah dana kepada para mahasiswa di sana untuk bisa belajar di kawasan Indo-Pasifik. FH UPH sendiri sudah menjalin kerja sama dengan Murdoch University, sehingga kami dipercaya untuk membuat short course bagi mahasiswa mereka. Kami menyebutnya sebagai Indonesia Immersion Program: Introduction to Indonesia Legal System, Business, and Culture,” jelas Direktur FH UPH Dr. Velliana Tanaya, S.H., M.H, Senin (2/3).

Selain untuk mengimplementasikan kerja sama, Indonesia Immersion Program juga menjadi salah satu cara bagi Indonesia, khususnya FH UPH untuk mendapatkan pengakuan di dunia internasional, melalui seluruh kegiatan yang dijalani oleh mahasiswa Murdoch dan Victoria.

“Di sini mereka ada kelas untuk belajar tentang hukum Indonesia di UPH Karawaci dan Semanggi. Lalu, mereka juga kami ajak mengunjungi Mahkamah Konstitusi, KPPU, DPR, FH UI dan UGM, Kedutaan Besar Australia, serta salah satu Law Firm di Jakarta,” ujar Velliana.

(Kiri ke kanan) Dekan FH UPH Prof. Dr. Bintan R.Saragih, S.H. bersama Direktur FH UPH – Dr. Velliana Tanaya, SH, M.H. memberi sertifikat apresiasi kepada peserta Immersion Program. (UPH)

Untuk tour culture, tuturnya, mereka diajak ke beberapa candi di Yogyakarta. Di akhir program, mereka akan membuat reflection paper. Program dijalankan dengan Buddies System, artinya selama di sini mereka akan mendapatkan mentor yang berasal dari mahasiswa serta dosen untuk menjelaskan atau membantu mereka beradaptasi selama di Indonesia.

Dibandingkan dengan tahun lalu, peserta yang mengikuti program kali ini jauh meningkat, yaitu dari 4 menjadi 14 peserta. Peningkatan ini bisa terjadi karena empat peserta di tahun lalu mengakui bahwa program yang dibuat oleh FH UPH ini sangat bagus dan mereka memiliki kesan yang baik terhadap program ini.

“Sebenarnya sejak tahun lalu sudah banyak mahasiswa Murdoch yang ingin mengikuti program ini, tetapi mereka kurang informasi, dan memiliki anggapan bahwa Indonesia itu tidak friendly. Berkat pengakuan positif dari empat peserta di tahun kemarin, membuat semakin banyak yang tertarik,” ujarnya.

Bahkan, lanjut Velliana, peserta tahun ini juga mengatakan bahwa ada kemungkinan peserta tahun depan akan lebih banyak karena semakin tingginya minat teman-teman mereka untuk mengikuti program ini.

Program ini akan terus diadakan setiap tahunnya, terlebih kerja sama antara FH UPH dengan Murdoch University sudah terjalin sangat baik. Bahkan, di bulan Mei 2020 ini, Murdoch University akan melakukan re-new MoU degan FH UPH untuk lima tahun ke depan. (Rosse M. Hutapea)

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait