FOKUS

Belum Usai Covid-19! Kini Muncul Hantavirus di Tiongkok

JAKARTA (tandaseru) – Belum usai penanganan Covid-19, kini sebuah virus baru ditemukan lagi di Tiongkok. Seorang laki-laki meninggal dunia di Provinsi Yunnan, Senin (23/3) yang dinyatakan positif terjangkit Hantavirus.

Mengutip dari China Global Times, Rabu (25/3) seorang pria asal Yunnan dinyatakan meninggal dunia saat berada dalam perjalanan pulang menuju Provinsi Shandong di dalam bus, pada Senin (23/3).

Setelah itu, sebanyak 30 orang lainnya yang berada dalam satu bus dengannya harus melakukan tes untuk mengetahui apakah terjadi penularan penyakit atau tidak.

Virus Paling Berbahaya

Virus baru bernama Hantavirus

Kematian pekerja tersebut bukan berkaitan dengan Covid-19, melainkan sebuah virus baru yang bernama Hantavirus.

Berdasarkan Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan (CDC) AS, Hantavius termasuk anggota virus yang penyebarannya diawali dari hewan pengerat tikus, dan dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Hantavirus juga bisa menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), demam berdarah, dan sindrom ginjal (HFRS).

Cara penyebarannya

Penyakit ini tidak menyebar melalui udara, namun dapat menyebar jika orang lain menyentuh urine, tinja, dan air liur tikus atau mengalami gigitan dari hewan perantara virus (inang) yang terinfeksi.

Hantavirus dapat menyebabkan sindrom paru, masalah pernapasan parah yang bisa berakibat fatal.

Gejala Hantavirus

Gejalanya meliputi kelelahan, nyeri otot, demam, sakit kepala, kedinginan, dan masalah perut. Kemudian mengalami batuk dan sesak napas.

Demam berdarah dengan sindrom ginjal, sebagian besar ditemukan di Eropa dan Asia, juga dapat terjadi, yang menyebabkan rasa sakit, demam, kedinginan, mual, dan penglihatan kabur, kata CDC. Gejala yang lebih serius termasuk gagal ginjal akut.

Salah satu tindakan pencegahan terhadap kedua penyakit yang disebabkan Hantavirus, yakni mengontrol populasi hewan pengerat.

Bukan ancaman global

Meskipun saat ini negara di seluruh dunia masih berfokus pada pandemi Covid-19, Hantavirus tidak menjadi indikasi ancaman kesehatan secara global.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kasus-kasus Hantavirus jarang terjadi, dan mereka menyebar sebagai akibat dari kontak yang dekat dengan urin hewan, kotoran atau air liur.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait