FOKUS

BEM SI akan Kembali Gelar Demo Tolak Omnibus Law, Massa Lebih Banyak dari Sebelumnya

JAKARTA (tandaseru) – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan kembali turun ke jalan untuk demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Jumat (16/10).

Hal ini diketahui dengan tersebarnya poster “seruan aksi #Cabutomnibuslaw bertamu ke Istana Rakyat”. Dalam aksinya, massa dari mahasiswa yang turun akan lebih banyak dari unjuk rasa sebelumnya.

“Iya kita akan kembali melakukan aksi unjuk rasa,” kata Koordinator Media BEM SI, Andi Khiyarullah saat dihubungi, Jumat (16/10).

Dia menyebut ada beberapa tuntutan yang akan digaungkan oleh para mahasiswa yang melakukan unjuk rasa, yang pertama adalah menuntut Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk mengeluarkan perppu soal Omnibus Law.

“Mengecam tindakan Mendikbud beserta Dirjen Dikti yang telah mengintervensi kebebasan akademik dan hak menyatakan pendapat Civitas Akademika melalui surat imbauan No. 1035/E/KM/2020 perihal pembelajaran secara daring dan sosialisasi UU Cipta Kerja,” jelasnya.

Ketiga, kata Andi, tuntutannya adalah mengecam tindakan represif aparatur negara terhadap peserta aksi, mahasiswa dan aktivis.

“Estimasinya 6 ribu orang lebih, lebih banyak dari yang sebelumnya,” kata dia.

Pada 8 Oktober 2020, mahasiswa dan buruh di berbagai kota di Instagram turun ke jalan. Di Jakarta, massa dari BEM SI mendatangi Istana Merdeka. Unjuk rasa berujung kerusuhan di sejumlah titik. Polda Metro Jaya dan jajarannya menangkap lebih dari seribu orang.

Aksi menuntut pencabutan UU Cipta Kerja juga terus berlanjut. Pada Senin, 12 Oktober 2020, massa dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) melakukan unjuk rasa di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat. Keesokan harinya, giliran massa dari Persaudaraan Alumni 212 yang berdemonstrasi.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait