FOKUS

Bentrokan Antara Ormas PP dan PHST, Ini Dugaan Penyebabnya

JAKARTA (tandaseru) – Polisi menyebut bentrokan antara dua ormas yakni Pemuda Pancasila (PP) dan Persaudaraan Setia Hati Teratai (PHST) di Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (21/5) ternyata dipicu soal pembayaran kopi.

Kassubag Humas Polres Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari menerangkan sejumlah orang dari Pemuda Pancasila tak terima ketika pemilik warung menagih mereka untuk membayar kopi yang telah diminum.

“Setiap malam anggota Pemuda Pacasila yang di Pos selalu pesan kopi lebih dari 6 gelas tapi tidak mau membayar,” kata Erna dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5).

“Karena situasi lagi sepi dampak corona ini Toto minta uang kopi dan terjadi adu mulut sehingga terjadilah pengroyokan,” sambing Erna.

Erna menerangkan, saat itu salah seorang pemuda Pancasila mengeluarkan kalimat menantang organisasi silat Setua Hati Terate.

Pendek kata, anggota silat Setia Hati Terate mendatangi lokasi pada pukul 15.00 WIB. Orang yang mengeroyok pemilik warung itu pun dicari-cari.

“Sehingga terjadi konsentrasi massa dari anggota silat Persaudaraan Setia Hati Terate di lokasi,” ujar dia.

Erna menjelaskan, kedua belah pihak akhir dikumpulkan di Polsek Bekasi Kota, untuk di mediasi. Mereka sebetulnya telah muncul kesepakatan damai.

Namun ternyata pada, pukul 18.00 WIB, bentorkan justri pecah di Jl. I Gusti Ngurah Rai Bekasi Barat.

“Terjadi saling lempar antara anggota Ormas PP dan anggota Ormas PSHT,” ujar dia.

Dia menyebut, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun, empat kendaraan yang terpakir di sekitar lokasi hangus terbakar.

“Korban jiwa dan luka tidak ada. Tapi ada empat unit motor yang terpakir dibakar,” ujar dia.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait