FOKUS

Berantas Hoaks, Polri Ajak Masyarakat Ciptakan Pilkada Serentak 2020 Aman Damai dan Sejuk

BENGKULU (tandaseru) –  Kominfo dan Polri menjaga serta mengamankan amanat sistem demokrasi, salah satunya proses Pilkada Serentak 2020. Kerawanan tidak hanya berupa kumpulan massa, tetapi juga mencegah gelombang hoaks dan black campaign.

Adapun lingkup pengawasan konten internet dalam Pilkada Serentak 2020, yakni:
– Larangan dalam kampanye mempersoalkan Pancasila dan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
– Menghina (SARA) pasangan Calon Gubernur dan Calon Gubernur, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota, dan/atau partai politik
– Melakukan kampanye berupa menghasut, memfitnah, mengadu domba.
– Menggunakan kekerasan, ancaman kekerasan atau menganjurkan penggunaan kekerasan.
– Mengganggu keamanan, ketentraman, dan ketertiban umum.
– Mengancam dan menganjurkan penggunaan kekerasan.
– Melanggar peraturan perundangan di Indonesia.

Sementara itu Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno menjelaskan Polda Bengkulu sendiri sejak lama sudah menggerakkan tim cyber troops terlebih lagi pada momen pesta demokrasi saat ini.

Cyber Troops secara rutin melakukan patroli dunia maya adanya peredaran isu negatif dan black campaign. Membantu proses diseminasi (penyebaran) yang positif dalam upaya-upaya yang dilakukan Polri serta melakukan counter issue, klarifikasi terhadap hal-hal yang tidak benar.

“Tentunya peran serta masyarakat juga diperlukan dalam memberantas hoaks selama pilkada ini dengan bijak bermedia sosial,” jelasnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com